oleh

Sekarang Akur, Setelah Menang “Tempur”

“Hampir 10 tahun, masyarakat dipertontonkan “perang dingin” pasangan walikota dan wakil walikota. Apa yang begini akan diterus-teruskan.

 

Haluanlampung.com – Debat ketiga atau terakhir antar pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Bandarlampung akan digelar Jumat (4/12) malam. Banyak pihak yang mengusulkan agar KPU bisa menghadirkan debat yang lebih berkualitas, mengulik persoalan-persoalan urgen, termasuk menguji kematangan dan soliditas pasangan calonkada.

Ketua Umum DPP Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI), Hengki Ahmad Jazuli mengatakan, soal soliditas pasangan calon kepala daerah sepantasnya jadi isu penting untuk dikupas pada debat nanti.

“Hampir 10 tahun, masyarakat dipertontonkan “perang dingin” pasangan walikota dan wakil walikota. Apa yang begini akan diterus-teruskan,” ujar Hengki.

Apa pun alasannya, jelas Hengki, disharmoni pada tingkat pemimpin daerah tidak boleh lagi terjadi. Menurut dia, “singut” dan prilaku saling mencurigai tidak memberi keteladanan karena melanggar norma moral dan adab keagamaan.

“Kami ingin soal-soal ini ditanyain kepada setiap pasangan calonkada. Jangan cuma akur sekarang, setelah menang saling sikut-sikutan,” sindirnya.

Sementara Koordiv Teknis Penyelenggaraan KPU Bandarlampung Fery Triatmojo mengatakan, pihaknya memastikan akan menindaklanjuti evaluasi dari Bawaslu, agar debat berjalan lebih baik.

“Apa yang dikatakan Ketua Bawaslu menjadi bahan evaluasi seksama bagi kami. KPU akan perbaiki dan antisipasi beberapa hal yang terjadi di debat kedua agar tidak terulang di debat ketiga,” ujarnya, Rabu (2/12).

Ia mengatakan, proses persiapan debat kandidat sudah menyelesaikan rapat produksi bersama tim perumus materi, Event Organitation (EO) dan tim media.

“Kemudian, kita akan lakukan technical meeting pada Kamis (hari ini). Pada saat technical meeting nanti, kami akan sampaikan perubahan-perubahan dan teknis debat ketiga kepada LO paslon,” tambahnya.

Sebelumnya, Ketua Bawaslu Bandarlampung Candrawansah meminta KPU Bandarlampung melakukan evaluasi dalam persiapan debat agar tidak seperti debat kedua beberapa waktu lalu.

Dimana, menurut Candra ada tiga hal yang menjadi perhatian Bawaslu pada debat sebelumnya. Pertama para calon wakil wali kota yang terus melihat ke bawah terkesan melihat contekan.

Kemudian, moderator yang membiarkan penonton tepuk tangan tanpa ada instruksi sebelumnya, dan protokol kesehatan yang dinilai tidak begitu ketat lantaran pada akhir debat banyak orang yang masuk dalam ruang debat. (Iwa)

Tulis Komentar
Baca Juga :  Jelang Keputusan MA Bandarlampung Aman Terkendali

News Feed