oleh

Terungkap, Skorsing TKS Puskesmas Perintah Seseorang

WAYKANAN – Terungkap, jika pemberhentian sementara (Skorsing) terhadap salah seorang tenaga kerja sukarela (TKS) di Puskesmas Blambangan Umpu, Waykanan Risky, atas permintaan oknum, bukan permintaan pihak Puskesmas.

“Dari hasil klarifikasi kami dengan dr. Indra di Puskesmas kemarin, membenarkan rekaman yang didengarkan dr Indra mengatakan bahwa pemecatan sementara atau skorsing ini adalah perintah dari seseorang,” ungkap Ketua Bain Ham Waykanan Edi S, saat menggelar konferensi pers, Selasa (22/12).

Dijelaskan Edi, pihaknya enjelaskan klarifikasi terhadap dr. Indra selaku Kepala Puskes Blambangan Umpu dan Risky selaku korban yang melapor.

“Lalu kami juga akan mendengarkan rekaman telepon antara dr. Indra dan orang tua korban,” jelasnya.

Baca Juga :  ODGJ Dimandikan dan Dikasih Makan, Cuma Ada di Lampung Barat

Dijelaskannya, perintah ini datang karena seseorang yang kecewa, lantaran orang tua Risky menjadi simpatisan salah satu calon Pilkada.

“Itulah mengapa seseorang itu meminta kepada dr. Indra untuk mengistirahatkan Risky. Dan dalam rekaman juga terdengar bahwa dr. Indra mengatakan ia sudah tidak bisa berbicara apa – apa lagi, sebab itu sudah diperintahkan,” tegas Edi.

Edi juga mengatakan bahwa dr. Indra membenarkan rekaman tersebut namun itu salah paham.

“Maksud dr. Indra, alasan utama pemberian hukuman karena adanya pemecahan wilayah yang menyebabkan pengurangan. Lalu masalah Bunda, beliau hanya memberikan informasi bahwa Risky ini menjadi orang yang berpihak kepada salah satu calon. Sedangkan dr. Indra sudah menjelaskan bahwa tidak boleh ada keberpihakan,” tutup Edi.

Baca Juga :  Lapas Kelas IIB Waykanan Baksos di Ponpes Al-Barokah

Di tempat yang sama, Risky secara tegas jika dirinya tidak pernah terlibat politik.

“Saya selama ini sama sekali tidak pernah terlibat dengan Pilkada. Bahkan orang tua saya saja sampai tidak tahu bahwa saya ini memilih pasangan yang mana,” kata Risky.

Risky juga menjelaskan bahwa Ia selama ini menerima SPT dari Dinas Kesehatan maupun dari Puskesmas Blambangan Umpu.

“Terkait SPT, saya ada semua. Bahkan yang tahun 2020 ini langsung dari Puskesmas Blambangan Umpu. Dan itu dr. Indra sendiri yang menandatanganinya,” tutupnya. (Yoni/JJ)

Tulis Komentar

News Feed