oleh

Menunggu Detik-detik Arinal Disuntik Vaksin Buatan China

Terlepas dari “keberanian” Arinal menjadi orang pertama, sebenarnya ada SOP vaksinasi yang harus ditaati.

 

Haluanlampung – Gubernur Arinal siap menjadi orang pertama yang divaksin di Lampung. Ini adalah sebuah keputusan yang patut diapresiasi dan diharapkan menjadi teladan bagi semua tenaga kesehatan yang menjadi sasaran prioritas pada tahap awal.

“Saya tak takut. Saya siap menjadi orang pertama,” tegasnya, Senin (04/01).

Diketahui, 40 ribuan ampul vaksin Sinovak telah diterima Pemprov Lampung. Untuk sementara barang berharga itu masih disimpan di ruang pendingin dan baru akan digunakan setelah pembahasan rinci terkait penerima rampung dilakukan, dimana pembahasannya akan dilakukan Selasa (5/1).

“Siapa penerimanya akan kita bahas besok Selasa, termasuk dari tenaga medis, pejabat publik dan tokoh-tokoh akan kita sesuaikan,” kata dia, Senin (4/1).

Baca Juga :  Sekdaprov Lampung Hadiri Rakor Forsesdasi

Terlepas dari “keberanian” Arinal menjadi orang pertama, sebenarya ada SOP vaksinasi yang harus ditaati.

Pemerintah juga sudah memberikan arahan mengenai siapa yang bisa mendapatkan vaksin Covid-19 dan tidak boleh mendapatkan vaksin.

Pemberian vaksin Sinovak harus memenuhi sejumlah syarat, seperti didasarkan pada rekomendasi PAPDI (Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia):

Apabila suhu badan penerima vaksin sedang dema (di atas 37,5 derajat Celcius) disarankan vaksinasi ditunda.

Apabila tekanan darah di atas 140/90, vaksinasi tidak diberikan.

Jika pernah menderita Covid-19, sedang hamil atau menyusui, menderita gejala ISPA dalam tujuh hari terakhir, memiliki riwayat alergi berat, penyakit ginjal, reumatik, sakit saluran penceranaan kronis, vaksinasi tidak diberikan.

Baca Juga :  Resmi Dilantik, Rayon Tarbiyah Fokus Membangun Keharmonisan Pengurus dan Anggota

Menderita penyakit diabetes melitus DM tipe 2 terkontrol dan HbA1C di bawah 58 mmol/mol atau 7,5%, vaksinasi tidak diberikan.

Apabila pernah menderita penyakit paru, vaksinasi ditunda.
Nah, sisanya mereka yang sehat dan tidak memiliki penyakit lainnya tentu bisa disuntikkan vaksin Sinovac.

Sementara prioritas yang akan divaksinasi menurut Roadmap WHO Strategic Advisory Group of Experts on Immunization(SAGE) adalah;

1.Petugas kesehatan yang berisiko tinggi hingga sangat tinggi untuk terinfeksi dan menularkan SARS-CoV-2 dalam komunitas.

2.Kelompok dengan risiko kematian atau penyakit yangberat (komorbid). Indikasi pemberian disesuaikan dengan profil keamanan masing-masing vaksin.

3.Kelompok sosial / pekerjaan yang berisiko tinggi tertular dan menularkan infeksi karena mereka tidak dapat melakukan jaga jarak secara efektif (petugas publik).

Menurut Roadmap yang disusun oleh WHO Strategic Advisory Group of Experts on Immunization (SAGE), karena pasokan vaksin tidak akan segera tersedia dalam jumlah yang mencukupi untuk memvaksinasi semua sasaran, maka ada tiga skenario penyediaan vaksin untuk dipertimbangkan oleh negara yaitu sebagai berikut:

Baca Juga :  Jelang Keputusan MA Bandarlampung Aman Terkendali

1.Tahap I saat ketersediaan vaksin sangat terbatas (berkisar antara 1-10% daritotal populasi setiap negara) untuk distribusi awal

2.Tahap II saat pasokan vaksin meningkat tetapi ketersediaan tetap terbatas (berkisar antara 11-20% dari total populasi setiap negara);

3.Tahap III saat pasokan vaksin mencapai ketersediaan sedang (berkisarantara 21-50% dari total populasi setiap negara.(iwa)

Tulis Komentar

News Feed