oleh

Teganya Bapak Cabuli Anak Tiri Hingga 5 Kali

Tulangbawang – Teganya perbuatan seorang bapak berinisial SN (34) warga Kecamatan Gedungmeneng, Kabupaten Tulangbawang mencabuli anak tirinya sebut saja bunga (10) yang masih duduk dibangku SD, hingga berulang kali. Atas perbuatan bejatnya SN langsung diamankan petugas Polsek Denteteladas, Selasa (5/1/21).

“Senin dini hari, kami berhasil menangkap pelaku pencabulan terhadap korban yang merupakan seorang anak perempuan 10 tahun berinisial A, yang masih berstatus pelajar. Pelaku ini tidak lain adalah ayah tiri dari korban,” ujar Kapolsek Dente Teladas AKP Rohmadi, SH, mewakili Kapolres Tulang Bawang AKBP Andy Siswantoro SIK.

Kapolsek menjelaskan, terungkapnya aksi bejat tersebut bermula saat korban mengeluh sakit perut, karena merasa curiga ibu korban bertanya dan dijawab sudah dinodai oleh ayah tirinya sebanyak lima kali, sehingga sang ibu langsung melapor ke Mapolsek Denteteladas, Minggu (3/1).

Baca Juga :  Dewi Handajani Serahkan Bantuan ke Kelompok Wanita Tani

Berdasarkan keterangan ibu korban aksi bejat SN terjadi pada Desember 2020, saat itu korban hanya berdua saja dengan ayah tirinya di rumah. Katika itu SN menyuruh korban untuk segera mandi, setelah melihat kemolokan tubuh korban, SN gelap mata dan memaksa korban untuk melayani nafsu bejatnya.

“Usai mandi korban masuk ke dalam kamar untuk berganti baju, belum sempat memakai baju ayah tirinya tiba-tiba langsung masuk ke dalam kamar korban yang hanya ditutup dengan hordeng tanpa pintu. SN ini langsung berbuat cabul dengan cara memegang alat kelamin dan memaksa korban melakukan hubungan layakanya suami istri,” jelas AKP Rohmadi.

Setelah melampiaskan nafsu bejatnya itu, SN mengancam korban agar tidak menceritakan sama mama.

Baca Juga :  Parosil instruksikan Penyemprotan Disinfektan di Linkungan Pemkab

“Hasil pemeriksaan oleh petugas kami, terungkap bahwa aksi bejat ayah tiri tersebut sudah dilakukan sebanyak lima kali, pada Maret sebanyak dua kali, Oktober satu kali dan Desember dua kali, semuanya di tahun 2020,” tambah AKP Rohmadi.

AKP Rohmadi mengsakan, Saat ini SN sudah ditahan di Mapolsek Denteteladas dan dijerat Pasal 81 ayat 3 Jo Pasal 76D Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.”Tersngak akan diancam hukuman penjara paling singkat 6,6 tahun dan paling lama 20 tahun.” Tegasnya (Red/Adien)

Tulis Komentar

News Feed