oleh

Diskualifikasi Paslon 03: Deuce dan Advantage di Ujung Laga

 

Oleh: Ilwadi Perkasa

SEUMPAMA laga tenis lapangan, drama persaingan paslon 03 (Eva-Deddy) versus paslon 02 (Yusuf-Tulus), mirip pertarungan hidup mati antara Novak Djokovic versus Roger Federer pada final tunggal putra tenis Wimbledon 15 Juli  2019 lalu di London. Laga itu akhirnya dimenangkan Djokovic dengan deuce berkali-kali dan advantage silih berganti.

Dalam konteks pilkada Bandarlampung, Yusuf Kohar adalah Djokovic. Sama- sama punya semangat yang tinggi, berjiwa optimis, dan pantang menyerahkalah. Perutnya memang buncit, tapi gesit dan jago dancing seperti Djokovic. Nada bicaranya keras, tapi sebenarnya lugas dan tegas, mirip-mirip petenis profesional itu.

Apa yang terjadi pada Rabu siang (06/01) tadi, yakni Majelis Bawaslu Lampung memutuskan gugatan 02 seluruhnya terbukti dan merekomendasikan KPU Bandarlampung mendiskualifikasi paslon 03, juga adalah mirip laga Djokovik-Federer yang menegangkan itu.

Baca Juga :  Akademisi: Tidak Masalah Putusan Diskualifikasi Pasca Penetapan Hasil Pilkada

Disebut menegangkan, karena sempat terjadi deuce berkali-kali dan advantage silih berganti. Hal itu juga terjadi pada pertarungan dua paslon yang bersaing keras tersebut. Bedanya, deuce laga paslon 02 dan paslon 03 hanya terjadi  sekali, yakni pada saat Majelis Bawaslu memutuskan seluruh gugatan 02 terbukti dan mendiskualifikasi paslon 03.

Pada situasi ini, skore menjadi seri meski secara politik semasa status quo sampai tiga hari ke depan atau hingga KPU membatalkan kemenangan 03, sebenarnya adalah kemenangan besar bagi paslon 02.

Disebut sebagai kemenangan besar karena capaian deuce yang diperjuangkan oleh tim hukum 02 sekaligus memberikan advantage (keuntungan) bagi paslon 02 Yusuf-Tulus yang mungkin saja tak pandai memegang raket tenis.

Baca Juga :  Menanti Keputusan Mahkamah Agung: Paslon Mana yang Beruntung?

Begitulah situasinya. Yutuber kini memegang kendali. Persis diujung laga, setelah sempat sesaat mengurut dada diumumkan kalah pilkada.

Advantage untuk 02 adalah pembalasan advantage atas keuntungan yang terus melekat pada paslon 03 karena kebetulan adalah istri walikota. Keuntungan yang diperoleh paslon 03 itulah yang yang menjadi sari keputusan majelis, hingga akhirnya Eva-Deddy berencana mengadukan nasibnya ke Mahkamah Agung.(*)

Tulis Komentar

News Feed