oleh

Sumarsono: Mas Bambang Suryadi Sosok Humanis Bagi Teman-teman Seperjuangannya

Lampung Tengah – Ketua DPRD Lampung Tengah (Lamteng) Sumarsono turut berduka cita atas wafatnya Bambang Suryadi, Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Senin dini hari sekira pukul 04:00 WIB.

Sumarsono mengatakan bahwa almarhum Mas Bambang Suryadi merupakan sosok humanis bagi teman-teman seperjuangannya, khsusunya kader PDI Perjuangan yang ada di DPC Lampung Tengah.

“Yang pertama kami (DPC-PDIP Lamteng) mengucapkan bela sungkawa atas meninggalnya Mas Bambang Suryadi. Tentunya kami sangat kehilangan dengan sosok humanis beliau semasa hidup, yang sealalu memberikan motivasi kepada kader-kader PDI Perjuangan di Lampung Tengah,” ujar Sumarsono kepada media, Rabu (6/1/2021).

Politisi PDI Perjuangan Lamteng ini juga mengajak semua kader dan simpatisan partai untuk mendoakan mendiang Bambang Suryadi agar mendapat ridho dan surganya Allah SWT.

“Ayo kita sama-sama berdoa agar amal ibadah almarhum semasa hidup diterima disisi Allah SWT, dan segala kesalahan serta dosa-dosanya diampuni. Kami hanya bisa berdoa semoga kepulangan almarhum mendapat ridho dan surganya Allah SWT, amin…,” Doa Sumarsono dan seluruh kader PDI Perjuangan Lamteng.

Baca Juga :  Hadapi Musim Penghujan, DPUPR Mesuji Kerja Ekstra

Ucapan bela sungkawa kepada almarhum Bambang Suryadi juga disampaikan Ketua DPC PDI Perjuangan Lamteng Loekman Djoyosoemarto saat mengikuti prosesi pemakaman.

“Saya atas nama pemerintah daerah Kabupaten Lampung Tengah turut berdukacita. Sosok almarhum merupakan seorang yang baik dan selalu memberikan motivasi kepada temannya. Kami berdoa semoga almarhum diterima disisi Allah SWT,” ujar Bupati Lamteng Loekman Djoyosoemarto.

Untuk diketahui, almarhum Bambang Suryadi Anggota Komisi V DPR RI dari PDI Perjuangan Lampung meninggal dunia diduga akibat terpapar Covid-19.

Almarhum meningal setelah sempat dirawat di Rumah Sakit Fatmawati Jakarta Selatan, Senin dini hari sekira pukul 04:00 WIB.

Kemudian jenazah langsung dibawa dengan ambulans menuju tempat peristirahatannya yang terakhir di Dusun Setia Marga III Kampung Terbanggi Besar, Kecamatan Terbanggi Besar Kabupaten Lampung Tengah, dan di makamkan dengan protokol kesehatan Covid-19.

Jenazah almarhum datang pukul 15.00 WIB, dibawa mobil ambulan milik RS Fatmawati dan dikawal iring-iringan kendaraan Anggota Fraksi PDIP DPRD Lamteng dan kader PDI Perjuangan Lampung Tengah.

Baca Juga :  Polres Lampura Amankan Dua Pelaku, Satu Orang Diantaranya Diduga Pengedar

Pihak keluarga telah menyiapkan liang lahat di atas tanah milik Ketua DPRD Lamteng Sumarsono. Lahan kubur digali oleh masyarakat sekitar dan disaksikan langsung oleh Bupati LampungbTengah Loekman Djoyosoemarto bersama Ketua DPRD Suamrsono, serta kader dan simpatisan partai.

Ada ratusan pelayat yang hadir di lokasi pemakaman. Selain anggota keluarga, tampak hadir sejumlah Pejabat Pemkab Lamteng dan lurah se- Kabupaten Lampung Tengah.

Suasana haru sangat kental di sana. Semua pelayat tampak menangis, dan makin menjadi-jadi tatkala istri kedua almarhum, Dahlia, histeris menangis dan berusaha menerobos kawalan petugas pemakaman satgas Covid-19.

“Itu bukan bapak kan, bapak masih dirawat kan,” teriak Dahlia sambil meneros petugas pemakaman Covid-19.

Dahlia dan anaknya Putri seakan tak percaya suaminya telah pergi. Dia ingin melihat langsung jenazah suaminya untuk terakhir kali. Tapi tak bisa.

Almarhum Bambang Suryadi dimakamkan mengikuti protokol kesehatan. Ratusan pelayat hanya diizinkan melihat dari jarak 50 meter.

Baca Juga :  Bupati Tanggamus Menjadi Salah Satu Dari 20 Orang yang Divaksin di Lampung

Tak ada upacara khusus. Namun ritual penghormatan tertinggi atas pengabdian Bambang Suryadi semasa hidup digelar menjelang jasadnya dimasukkan ke liang kubur.

Hymne PDIP pun dinyanyikan. Ini sesuai amanah almarhum yang diamanatkan kepada istri pertamanya Mistifah beberapa waktu lalu. Mistifah adalah lurah Desa Sidodadi, Bandar Surabaya Lampung Tengah.

Taktala Hymne dinyanyikan, seluruh pelayat berdiri tegap. Semua menangis hingga hymne terdengar terbata-bata.

Sebuah bendera besar PDIP dibentangkan tepat di atas makamnya, persis saat jasad almarhum dimasukkan di liat lahat.

Bendera itu pun ikut dikubur bersamanya.

Bambang Suryadi meninggal dunia meninggalkan dua istri dan lima anak. Dua anak dari istri pertama dan tiga anak dari istri kedua.

Almarhum meninggal di RS Fatmawati pukul 03.40 WIB karena diduga terinfeksi Covid-19. (Rendra)

Tulis Komentar

News Feed