oleh

Santai Saja! Jangan Menjadi Gila Gegara Pilkada

Oleh: Iwa Perkasa

KALAH atau menang, jadi atau tidak jadi kepala daerah adalah garis tangan, Tuhan yang mengaturnya. Paslon yang menang tak baik jumawa. Tak usah pula membusungkan dada. Bagi paslon yang kalah, terimalah kenyataan yang ada dengan kebesaran jiwa, berserahdirilah kepada yang Maha Kuasa. Jangan gegara kalah pilkada menjadi gila.

Kegilaan pasca pilkada bisa menimpa paslon mana saja, terutama bagi paslon gagal yang umumya kesulitan menerima kekalahannya.

Memang benar, situasi pasca pilkada atau pemilu adalah masa-masa rawan bagi caleg dan paslon pilkada. Fakta menunjukkan, banyak caleg dan paslon yang menjadi gila pada masa-masa itu.

Para ahli syaraf mengatakan, caleg atau calonkada yang gagal atau terancam gagal seringkali mendapatkan serangan penyakit. Salah satunya adalah meningkatkan risiko hipertensi atau tekanan darah tinggi. Dalam situasi tegang, seringkali banyak orang menjadi sangat emosional, stres, lalu strok.

Baca Juga :  Yusril: Terbukti Walikota Bandarlampung dan Jajaran melakukan Pelanggaran TSM

Biasanya ada penyakit lain yang mungkin terpicu, seperti penglihatan berkurang, penyempitan pembuluh darah jantung, gagal jantung, gagal ginjal, termasuk gangguan fungsi seksual.

Itulah sebabnya, sejumlah rumah sakit di Tanah Air selalu berbaik hati siap menampung caleg yang terganggu jiwanya akibat kalah di pemilu.

Para pendukung militan juga termasuk pihak yang berpotensi menjadi gila. Ketika Amerika mengalami pemilihan presiden yang mempertarungkan Hillary Clinton dengan Donald Trump, sebagian warganya terimbas kondisi yang terus menerus memaparkan persaingan politik keduanya.

Saat itu, ternyata ditemukan banyak warga Amerika yang mengalami kondisi yang disebut election stress disorder atau kira-kira diterjemahkan dengan gangguan stres akibat pemilu. Banyak orang yang terpapar gangguan kejiwaan akibat pemberitaan tentang pemilu, entah itu didapat dari kanal media, media sosial, blog, atau jalur-jalur lain. Membacanya membuat mereka cemas, tertekan, dan meledak-ledak.

Baca Juga :  Salinan Putusan Bawaslu Lampung NOMOR:02/Reg/L/TSM-PW/08.00/XII/2020

Efek stres pascapemilu seringkali menimbulkan perasaan sakit hati, bingung, dan gamang menghadapi iklim politik dan masa depan.

Cara Mengatasi

Menghadapi stres jelas bukan perkara mudah. Tapi untungnya ada cara-cara yang bisa membantu mengelola stres. Salah satu yang direkomendasikan adalah melalui berolahraga atau langkah relaksasi, seperti yoga dan meditasi serta mendekatkan diri kepada Allah.

Mengatasi stres juga bisa dilakukan melalui intervensi sosial seperti mendapatkan dukungan dari orang lain, berkonsultasi dengan psikolog, hingga bergabung dengan komunitas yang sehat biasanya bisa membantu menghilangkan stres.

Jangan biarkan gangguan jiwa bertambah parah. Kenali tanda-tanda dan perubahan mendadak seperti mulai bersikap tak wajar, menyakiti diri sendiri, atau menyalahkan orang lain, atau sebaliknya merasa benar sendiri.

Baca Juga :  Seleksi PPNPM di PN Blambangan Umpu ‘Mengecewakan’

Mengetuk pintu langit dengan memanjatkan doa lalu berserah diri padaNya adalah cara terbaik yang dianjurkan semua agama. Lakukan dengan ikhlas, hati yang bersih disertai mengevaluasi diri sendiri dan memohon ampunanNya.

Pokoknya, berusaha saja jangan sampai menjadi gila gara-gara pilkada. Santai saja…(*)

 

Tulis Komentar

News Feed