oleh

Anggota DPRD Lambar Geram, Banyak PJU Mati

Lampung Barat – Anggota DPRD Kabupaten Lampung Barat (Lambar), Erwansyah mempertanyakan proses pemeliharaan lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di karena sebagian kondisi lampu di beberapa titik ada yang tidak menyala pada malam hari.

“Sejumlah tempat di jalan umum yang sudah terpasang lampu PJU tersebut tidak berfungsi. Padahal keberadaan lampu penerangan jalan umum sangat penting terutama untuk keamanan dan keselamatan,” ujar Erwansyah di diruang kerjanya (13/01/2021)

Sementara di sisi lain ungkap Erwansyah untuk biaya pemeliharaan lampu PJU yang terpasang tersebut selalu dianggarkan dalam APBD Kabupaten Lambar tak terkecuali Tahun 2020 kemarin.

“Ini kan setiap tahunnya dianggarkan dari APBD, harapan saya itu bisa terserap dengan baik,” ungkapnya.

Baca Juga :  Mayat Bayi Ditemukan di Aliran Sungai Sukawaras Tanggamus

Erwan berharap pihak terkait dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup, bisa menyikapi hal ini secara serius, karna penerangan merupakan hal yang sangat penting dalam menciptakan keamanan dan ketertiban di masyarakat.

“Saya harapkan pihak DLH menanggapi ini serius, apalagi beberapa bulan terakhir ini banyak terjadi gangguan keamanan di masyarakat diantaranya pencurian sepeda motor (Curanmor) dan salah satu pemicunya karna kurangnya Penerangan,” harap Erwansah.

Sementara itu Kepala Bidang (Kabid) Pertamanan pada Dinas Lingkungan hidup (DLH) Lambar, Paisol mengatakan, pihaknya mengalami kesulitan dalam perawatan akibat keterbatasan dana karena terkena racofusing.

Paisol mengaku, pada tahun 2020 pihaknya mendapatkan dana perawatan dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp 115 juta lebih, dengan rincian 50 titik perawatan dalam kota Liwa dan 130 titik perawatan PJU diluar kota Liwa.

Baca Juga :  Pemdes Sungai Sidang Bagikan BLT DD Kepada 176 KK

“Dana kita terbatas, Tahun 2020 hanya bisa kita anggarkan dana 115 juta lebih, itu untuk dalam kota 50 titik dan luar kota 130 titik,” ungkap Paisol.

Dalam pelaksanaannya, Paisol menjelaskan perawatan dilakukan di beberapa item, yaitu penggantian boklam, penggantian photosel (sensor otomatis) dan penggantian instalasi kabel.

Dikatakannya, di beberapa titik PJU yang rusak sudah di lakukan penggantian boklam dan ketika dilakukan test jadi namun terkadang baru 2-3 hari saja di perbaiki PJU tersebut kembali rusak.

“Penyebab kerusakan itu rata-rata karna usia, kalo untuk pemasangan baru itu ada garansinya selama tiga tahun, tapi kalo untuk perawatan itu tidak ada, karna ketika dibeli biasanya suplayer tidak mau kasih garansi karna takut dibohongi,” jelas Paisol. (Rifai)

Tulis Komentar

News Feed