oleh

Bunuh-bunuhan di Kecamatan Anak Tuha, 2 Mati Terkapar

Haluanlampung – Tiga bapak-bapak terlibat aksi bunuh-bunuhan hingga dua orang mati bersimbah darah di depan gerbang SMK Unggulan Terpadu, Kecamatan Anak Tuha, Lampung Tengah, Kamis (14/01) pukul 12.00 WIB.

Warga sekitar lokasi kejadian menyebutkan, perkelahian itu terencana. Bahkan lokasi perkelahian tiga pelaku itu yang menentukannya,

Polisi mengatakan peristiwa tersebut bukan bentrok kampung, melainkan perkelahian menggunakan senjata tajam.

“Kasusnya perkelahian mengarah pengeroyokan, bukan bentrokan,” jelas Dirkrimum Polda Lampung Kombes Pol Muslimin Ahmad.

Faktanya, perkelahian memang melibatkan dua warga Bumi Aji dan seorang warga Bumi Ilir.

Kedua warga Kecamatan Anak Tuha yang tewas adalah Abdul Rahman (50) warga Kampung Bumi Aji dan Edison Raka (40) warga Kampung Haji Pemanggilan.

Baca Juga :  Kapolres Mesuji Sertijab Kabag Sumda

Abdul Rahman tewas tertelungkup ke aspal dengan luka kepala hingga leher belakang akibat sabetan senjata tajam.

Sedangkan Edison tersungkur telungkup di atas rumput dengan luka di bagian leher depan, tangan, dan perut.

Satu pelaku  lainnya, Rahman luka parah.  Warga melarikannya  ke Rumah Sakit Harapan Bunda.

Ada dugaan duel maut berawal upaya penguasaan lahan milik warga Bumi Ilir oleh Rahman dari Bumi Aji.

Kapolres Lampung Tengah, AKBP Popon Ardianto membenarkan adanya peristiwa tersebut.

“Ya benar ada, tadi kejadiannya sekitar pukul 12.30 WIB. Dua orang yang meninggal dunia, satu dirawat karena mengalami luka berat,” ujarnya.

AKBP Popon memastikan akan ada proses hukum terhadap kejadian itu.

Baca Juga :  Awal 2021, Empat Instansi Lingkup Pemkab Tubaba Tempati Kantor Baru

“Proses hukum tetap berjalan,” jelasnya.

Sementara Muslimin Ahmad berharap masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi dengan isu isu yang beredar terutama di media sosial.

(*/IWA)

Tulis Komentar

News Feed