oleh

Kejari Kota Bumi Bongkar Dugaan Korupsi di PUPR Lampura

Lampung Utara – Kejaksaan Negeri (Kejari) Lampung Utara (Lampura) mulai bergerak membongkar dugaan korupsi di lingkungan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Lampung Utara, terkait proyek jalan di Kalibalangan, Kecamatan Abung Selatan pada tahun 2019 lalu, senilai Rp3,9 miliar lebih, dengan memeriksa enam pejabat Dinas (PUPR) Lampung Utara.

Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejari Lampura, Hafidz, mengatakan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap enam orang tersebut dengan indikasi terkait tidak sesuainya perkerjaan di lapangan dengan dokumen di Dinas PUPR Lampura. “Enam orang tersebut telah kita periksa selama 4 sampai 6 jam terkait proyek peningkatan badan jalan yang menelan anggaran senilai 3,9 miliar pada tahun 2019 lalu,” ujarnya, Rabu, (13/1/21).

Hafidz menjelaskan, Sejauh ini untuk tahap pemeriksaan tidak ditemukan hambatan dikarenakan semua berjalan dengan kooperatif, sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh Kejaksaan. Selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan seiring dengan penyelidikan dari hasil pemeriksaan sebelumnya.

Baca Juga :  KPU Tetapkan WaRu Paslon Terpilih Pilkada Metro 2020

“Untuk tersangka belum bisa kita tentukan karena ini masih dalam tahap pemeriksaan awal dan masih ada pemeriksaan lagi,” terang Hafidz.

Sementara, Kamsuhardi, salah satu dari enam orang yang diperiksa saat dimintai keterangan, enggan berkomentar dengan alasan hendak melakukan sholat dzuhur. “Ada enam orang yang diperiksa oleh Kejari namun saat ini baru tiga orang nanti dilanjutkan pemeriksaan dikarrenakan mau sholat dulu,” ucapnya.

Dalam pantauan, enam pejabat PUPR yang diperiksa diantaranya BPTK, BPHP, dan Kepala Bidang yang bertanggungjawab atas proyek peningkatan jalan Kalibalangan Cabang empat, Kecamatan Abung Selatan, senilai Rp.3,9 miliar itu diduga merugikan negara mencapai 700 juta rupiah. (Red/adin)

Tulis Komentar

News Feed