oleh

Sutoyo Janjikan Pembayaran Uang Ganti Rugi 50 Persen Kepada Warga Pamenang

Pringsewu – Warga Masyarajat Pekon Pamenang Kecamatan Pagelaran yang bersengketa dengan Sutoyo di duga di janjikan uang ganti rugi pembayaran tanah 50%-50% kepada 15 orang Warga Masyarakat Pekon Pamenang, Jum’at (15/1/2021) di Kantor BPN Pringsewu.

Salah seorang warga yang hadir pada penandatanganan akta Dading di Kantor BPN Soleh yang mewakili keluarganya Barli dan Rojani menyampaikan kepada awak media,

“keluarga saya ada lima dan bisa saya buktikan, kami hadir disini dalam rangka Damai dengan Sutoyo/Cungcung soal sengketa tanah di Bendungan, sebelumnya kami pernah gugat di pengadilan, hasilnya kita kalah dan kita kena denda oleh Pengadilan, dan sekarang kita merapat ke Sutoyo/Cungcung dengan tujuan untuk Damai keluarga, dengan kompensasi berbagi secara Fivety-Fivety.” Ungkapnya

Baca Juga :  Walikota Metro Resmikan Pameran Kesenian Tobong Art Space Payungi

Hal ini juga di di benarkan oleh Nasro kronologis tentang masalah tanah di Bendungan.

“Disini saya diminta untuk menyerakan tanah, dulu kompensasinya yang di berikan kepada saya hanya DP dari Sutoyo/Cungcung senilai Rp. 10.000.000, lalu saya menyetujui untuk ganti rugi pada waktu itu, alhasil saat ini saya dengan keterpaksaan harus merelakan tanah ke Sutoyo/Cungcung, hanya dengan DP yang saya terima pada waktu itu, tanpa adanya sisa ganti rugi.” Ucapnya.

Dalam keterangan nya Ipin aidyan SH, mengaku ,penandatanganan akte perdamaian (Dading) sudah Clear di tahun 2018 yang lalu .

Saat ini baru 7 orang warga pemenang yang sudah menandatangani peryataan penyerahan tanah,tanam tumbuh kepada Sutoyo (klien kami-red).

Baca Juga :  Puluhan Personel Polres Pringsewu Terjun Langsung Dalam Pengamanan Kunjungan Menteri

“Untuk ke 7 orang warga pamenang yang sudah datang pada hari ini,sudah di verifikasi oleh BPN, sebagai mana yang tertuang dalam akte perdamaian (Dading)” jelas lpin.

Ditambahkan lpin Aidyan dalam kasus ini,tidak ada unsur paksaan ,dalam penyerahan tanah ,tanam tumbuh,kepada Sutoyo .

“Semua warga yang datang pada hari ini,khususnya 7 orang warga dari 15 yang akan menyerahkan ,berjalan dengan aman dan damai”ucapnya.

Kuasa hukum Sutoyo ,(lpin Aidyan .SH) memastikan bahwa ,bila nanti ada ganti rugi dari pembebasan lahan proyek bendungan way sekampuh,tidak ada bahasa lima puluh limah puluh, hanya kebijakan dari klien kami, dan hal itu tidak ada di akte perdamaian (Dading) tegas lpin.

Baca Juga :  Warga Terdampak Angin Puting Beliung di Mekar Sari Berupaya Hapus Trauma

Sementara kasi Badan Pertanahan Nasional (BPN ) Pringsewu Sarif Rauf.s mengatakan terkait penyerahan akte perdamaian (Dading) ke 7 orang warga pemenang kepada pihak Sutoyo (Cun-cun) ,dibenarkan oleh pihak BPN.

“Tugas kami , hanya memverifikasi bahwa benar pihak masarakat menyerahkan tanah ,tanam tumbuh kepada Sutoyo,berdasarkan akte perdamaian (Dading) yang di buat pada waktu itu” kata Syarif Rauf.

Bunyi dari akte perdamaian tersebut , bahwa benar,masyarakat menyerahkan seutuhnya tanah ,tanam tumbuh kepada Sutoyo , yang selama ini di klim oleh Sutoyo ungkap Syarif Rauf S.(her)

Tulis Komentar

News Feed