oleh

Inspektorat Pringsewu Akan Periksa Anggaran DD Pekon Pamenang

Pringsewu – Insepektur kabupaten Pringsewu segera menidaklanjuti atas dugaan pengunaan anggaran dana desa tahun 2019 di pekon pemenang kecamatan pagelaran , Pringsewu yang di duga beraroma korupsi.

Dari Infomasi yang berkembang di media,melalui lrban 4 bidang investigasi Encep Elyas saat dikonfirmasi terkait pengunaan anggran tahun 2019 di pekon pemenang ,mengatakan bahwa ,pihaknya sudah di perintahkan oleh pimpinan (lnspetur) untuk turun kelokasi,

“Kami sudah di perintahkan untuk investigasi kelapangan ,tinggal menunggu SPT saja ,”kata Encep.

Selanjutnya ,kata Encep ,secepatnya untuk menindaklanjuti, temuan kawan kawan media atas dugaan anggaran dana desa 2019 di pekon pemenang.

“Insaalloh secepatnya kami turun ,karna terkait kasus ini juga ,pimpinan sudah tau,” dan akan kami periksa ,ungkap Encep saat di hubungi via tlpn whatsapp, Selasa (19/1/2020).

Sebelumnya, Pengunaan angaran perubahan dana desa (DD) tahun 2019 Pekon Pemenang Kecamatan Pagelaran kabupaten Pringsewu di duga fiktif ,pasalnya dari beberapa aitem kegiatan pada tahun tersebut di duga tidak di laksanakan,walaupun dalam laporan nya SPJ tertera dalam sistem siskudes telah terliasasi dan tercatum no rekening pencairan

Baca Juga :  PMII Pringsewu Gelar Konfercab ke VII

Yang parahnya lagi dari beberapa aitem kegiatan diduga di cairkan kendati ,kegiatan tidak dilaksanakan.

Perlu di ketahui ,dari data siskudes anggran dana desa pekon pemenang tahun 2019 berjumlah ,Rp 1.087.332.000 ,dari beberapa aitem kegiatan ,diduga tidak dilaksanakan (fiktif)

Dari aitem kegiatan ,yang patut diduga tidak direalisasikan di tahun 2019 bersumber dana desa di antaranya ,

Untuk anggaran dana pemeliharaan embung didusun satu,sebesar Rp 20,JT ,anggaran kapasitas tanaman pagan , untuk (alat pruduksi/pengelolaan /penggilingan )sebesar 54.706.000 ,pemeliharaan sanitasi pemukiman, sebesar 10.juta dan dan juga pemeliharaan pasar desa ,sebesar 5juta.

Untuk ke empat kegiatan tersebut di pekon Pamenag patut diduga beraromakan kurupsi /tidak dilaksanakan (fiktif)

Kepala pekon, Aminudin saat di kofirmasi oleh tim haluan Lampung , mengatakan Untuk anggaran dana pemiliharaan embung sekitar Rp 20. jt itu ,memang kami anggarkan, ditahun 2019. karena embung tersebut ternyata bukan milik pekon, maka kelit amin , dana tersebut dialihkan untuk Sidimen (pengakatan tanah lumpur di jaringan irigasi) di wilayah embung.

Baca Juga :  Wabup Pringsewu: Masalah Stunting Tanggung Jawab Bersama

“Memang benar anggaran dana tersebut kami cairkan,setelah kami tau embung itu bukan milik pekon ,kami alihkan ke disedimen ,” ,untuk panjangnya kami lupa ,kelitnya saat di kofirmasi di balai pekon, Rabu (13/1/2020).

Selain itu ,saat media ini pempertayakan ada beberapa aitem kegiatan di tahun 2019 ,seperti anggaran peningkatan kapasitan tanaman pagan,pemeliharaan sanitasi pemukiman , pemeliharaan pasar desa ,terkait realisasi anggaran tersebut, Aminudin ,mengaku bahwa ,kegiatan ditahun tersebut tidak ada ,alias tidak di realisasikan .

“Setahu saya ,tidak ada anggaran dari beberapa aitem kegiatan tersebut” ujarnya.

Lanjut Aminudin,Karena embung ternyata bukan milik pekon, maka dana tersebut dialihkan ke Sidimen (Pengangkatan Tanah Lumpur Irigasi), untuk berapa panjang irigasinya saya lupa, tapi sudah beres semua, ungkapnya.

Baca Juga :  Aduh, Anggaran Media di Pringsewu Dipangkas 380 Juta

Selain itu,Sekretaris pekon, Mu’tadin (43) pemenang ,saat media ini,memintak menunjukan titik lokasi kegiatan disemen (pengakatan lumpur jaringan irigasi di dusun satu , dari peralihan anggaran pemeliharaan embung,terkesan ogah ogahan .

“Ini mas kegiatan pengakatan sidimen pada tahun 2019” sebari menunjuk kejaringan irigasi, ucapnya

Sementara warga, Suratman, Samirin saat di jumpai dilokasi menerangkan bahwa ada kegiatan pengakatan lumpur di jaringan irigasi ini,tapi digotong royangkan sepertinya,

“Kalau seingat saya memang ada tapi gotong royong masarakat setempat ,” Bukan dari dana desa, ungkapnya

Senada dikatakan warga setempat yang rumahnya bersampingan irigasi, Dakinah bahwa tidak pernah ada pengankatan tanah lumpur, “Tapi kalau jalan itu pernah digotong royong kan,” terang Dakinah. (Her/tim)

Tulis Komentar

News Feed