oleh

Jelang Keputusan MA Bandarlampung Aman Terkendali

BANDARLAMPUNG- Situasi politik dan keamanan Kota Bandarlampung relatif aman dan terkendali menjelang Mahkamah Agung (MA) mengeluarkan putusannya terkait gugatan banding paslon 03 Eva-Deddi.

Tentu semuia pihak mengharapkan situasi kondusif iniakan terus terjaga hingga Mahkamah Agung memberikan putusannya.

Ancer-ancer, MA baru akan mengeluarkan putusannya pada 4 Februari mendatang.

Keputusan MA adalah putusan yang paling menarik perhatian oleh semua pihak. Tidak hanya oleh dua paslon yang bersengketa, tetapi juga oleh KPU dan Bawaslu, termasuk oleh warga kota.

Koordinator Divisi Teknis KPU Bandarlampung Fery Triatmojo mengaku tidak tahu progress persidangan yang kini masih berlangsung di MA.

“Kami tidak tahu sejauhmana prosesnya, karena MA menggelar sidang secara terbuka dan hanya pemeriksaan berkas,” ujarnya,
Senin (25/1).

Baca Juga :  Kapolda Tinjau Penyuntikan Vaksin ke Personel Polda lampung

Sesuai aturan MA memiliki waktu 14 hari untuk memeriksa dan memutuskan perkara sengketa pilkada.

Tolak Permohonan Banding

Sebelumnya, Kuasa hukum paslon 2 Yusuf-Tulus Purnomo, Ahmad Handoko meminta MA untuk menolak permohonan banding Paslon 3 Eva-Deddy. Alasannnya, karena pengajuannya sudah melebihi batas waktu.

Menurut Handoko, seharusnya, paslon 03 mengajukan permohonan tiga hari kerja. Yakni  setelah putusan KPU Bandarlampung tanggal 8 Januari 2020 yakni 12 Januari. Sementara permohonan baru masuk di MA padal 18 Januari 2020.

Handoko berpendapat pengajuan permohonan ada ketentuannya, yakni UU no 10 tahun 2016 pasal 135A ayat 6 jo perma no 11 tahun 2016 pasal 17.

“Sehingga kami berpendapat permohonan mereka telah lewat waktu dan MA seharusnya menolak,” ujarnya, Kamis, (21/1).

Baca Juga :  Terkait KLB Ilegal Medan, DPD Demokrat Lampung Geruduk Kanwil Hukum dan HAM

Sementara tim hukum Eva-Deddy berpendapat MA telah meregistrasi permohonan  berdasarkan Peraturan MA nomor 1 tahun 2020 tentang pedoman pelaksanaan tugas selama masa Covid-19 di lingkungan MA.

Menurut Handoko, semua permohonan pasti diterima oleh MA karena MA tidak boleh menolak permohonan. Namun, pada saat putusan, pihaknya akan meminta permohonan pemohon untuk ditolak.

“Aturan penundaan itu berlaku kalau perkara sudah didaftarin dan ditunjuk hakimnya. Kalau ini kan masalah waktu pengajuannya dan pada tgl 12,13,14,15 atau Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, dan kemarin MA tidak libur atau tidak menutup layanan,” tambahnya.

Selain itu, Handoko menilai permohonan Eva-Deddy tidak berdasar lantaran keputusan KPU dan Bawaslu telah tepat dan benar sesuai kewenangan dan bukti-bukti.

Baca Juga :  Dinas Perkebunan Provinsi Lampung Lakukan Pembinaan Petani Lada Di Lampung Timur

Dimana dalam persidangan Bawaslu, paslon no 3 telah terbukti menggunakan APBD dalam hal ini bantuan Covid-19 untuk pemenangannya dan money politik secara TSM telah terbukti.

“Sehingga permohonan pemohon kami minta ke majelis untuk ditolak dan MA dapat menentapkan paslon 2 sebagai paslon pemenang pada pilwakot Bandarlampung 2020,” pungkasnya.(iwa)

 

Tulis Komentar

News Feed