oleh

Kadiskes : Vaksinasi Covid-19 Di Pesibar Dilaksanakan Bulan Februari 2021

Pesisir Barat – Dinas Kesehatan Kabupaten Pesisir Barat akan melaksanakan vaksinasi covid-19 pada tahap pertama termin kedua yang dijadwalkan akan dilaksanakan pada bulan februari 2021. Hal tersebut berdasarkan surat resmi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tanggal 8 Januari 2021 tentang distribusi vaksin dan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 yang ditujukan kepada Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, jelas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pesisir Barat, Tedi Zadmiko, SKM, SH, MM. pada Senin 25 Januari 2021 di ruang kerjanya.

Berdasarkan surat tersebut jumlah vaksin yang akan didistribusikan ke Kabupaten Pesisir Barat pada tahap pertama ini berjumlah 1440 vaksin dengan sasaran 699 orang tenaga kesehatan dan 10 orang pejabat publik dengan pengiriman 2 (dua) dosis sekaligus, ungkap Tedi.

Tedi Zadmiko juga menyampaikan bahwa setelah vaksinasi tahap pertama selesai akan dilanjutkan dengan tahapan kedua, dengan sasaran seperti petugas pelayan publik, TNI/POLRI, aparat hukum serta pelayan publik lainnya. Pada tahap ketiga nanti akan diperuntukkan bagi masyarakat dengan kategori umum yang rentan akan penyakit, tambahnya.

Baca Juga :  Latar Belakang Ilmu Kesehatan Nilai Plus Calon Kadiskes Lambar

Semua penerima vaksin pada rentang usia 18 tahun hingga 59 tahun dan vaksinasi hanya dapat dilakukan pada usia itu dikarenakan uji klinis vaksin baru dilakukan pada usia rentang tersebut, ungkapnya.

Lalu bagi usia dibawah 18 tahun atau diatas 59 tahun belum mendapatkan rekomendasi untuk mendapatkan vaksin dan masih menunggu petunjuk lebih lanjut dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, jelas Tedi.

Meski pelaksanaan vaksinasi dijadwalkan pada Februari 2021 namun Dinas Kesehatan Kabupaten Pesisir Barat belum menerima vaksin tersebut, diperkirakan mungkin akan diterima pada akhir januari 2021, tegasnya.

Namun demikian Dinas Kesehatan Kabupaten Pesisir Barat telah mempersiapkan Cold chain (rantai dingin vaksin) dan langkah penanganan yang safety untuk penyimpanan vaksin tersebut yang mana suhu vaksin harus berada pada 2 sampai 8 derajat celcius, ungkapnya lagi.

Baca Juga :  Warga Terdampak Angin Puting Beliung di Mekar Sari Berupaya Hapus Trauma

Pemerintah menjamin keamanan vaksin covid-19 ini sebagaimana juga telah diterbitkannya penggunaan darurat (Emergency Use Authorization) vaksin Sinovac oleh BPOM serta fatwa halal oleh Majelis Ulama Indonesia, tegasnya.

Perlu diketahui juga bahwa vaksin covid-19 dari Sinovac telah dilakukan uji klinis dengan efikasi sebesar 65,3% artinya sudah memenuhi persyaratan Organisasi Kesehatan Dunia WHO yaitu mencapai diatas 50%, tegasnya lagi.

Menyikapi hal – hal atau dampak setelah vaksinasi yang sudah terlanjur viral di media sosial, Tedi Zadmiko mengatakan bahwa vaksin Sinovac tergolong vaksin yang sangat aman.

Hasil uji klinis Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) hanya berkisar 0,1% atau 1 berbanding 1000 dengan gejala umum ringan seperti nyeri otot atau panas demam ringan sebagaimana gejalanya sama seperti imunisasi anak pada umumnya serta gejala ringan tersebut dapat diatasi sehingga tidak perlu dikhawatirkan secara berlebihan, tegas Tedi.

Baca Juga :  Polres Mesuji Resmikan Kampung Tangguh Nusantara Desa Bangun Jaya

Untuk tenaga kesehatan yang akan melakukan vaksinasi (vaksinator) Kabupaten Pesisir Barat, mereka telah mengikuti pelatihan melalui Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Ciloto kementerian kesehatan yang dilaksanakan secara daring, tambahnya.

Jajaran Pelayanan Kesehatan Kabupaten Pesisir Barat yang akan memberikan pelayanan imunisasi/vaksinasi covid-19 ini juga telah melakukan simulasi di semua Puskesmas Se – Kabupaten Pesisir Barat artinya tenaga vaksinator dan fasilitas pelayanan sudah siap bertugas untuk mensukseskan program vaksinasi covid-19, tutup Tedi.

(Indra)

Tulis Komentar

News Feed