oleh

Bupati Dendi Tinjau Lokasi Terdampak Banjir di Jalinbar Gedong Tataan

PESAWARAN – Pasca banjir pada hari senin malam (25/1) kemarin. Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona lansung turun meninjau lokasi yang terdampak banjir di jalan lintas barat (Jalinbar) Gedong Tataan, selasa (26/1) kemarin.

Saat meninjau lokasi banjir tersebut, Dendi mengatakan, air yang merendam jalan lintas barat (Jalinbar) tersebut lantaran disebabkann tingginya curah hujan dan banyaknya sampah yang menumpuk dilokasi jembatan.

“Ya, ini disebabkan oleh banyaknya sampah yang numpuk diarea jembatan ini. Akibat banyaknya sampah ini membuat air yang mengalir tidak lancar hingga airnya menggenang, meluap naik kejalan” ucap Dendi yang di dampingi Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Lampung Rien Marlia, Kepala Dinas PUPR Pesawaran Zainal Fikri, dan Kepala BPBD Mustari, Selasa (26/1/2021)

Baca Juga :  Pelaksanaan Pilkakon di Pekon Bumi Ayu Tetap Terapkan Prokes

Dalam kesempatan itu, Dendi mengimbau kepada warga masyarakat supaya tidak lagi membuang sampah sembarangan, buanglah sampah pada tempatnya.

“Saya berharap pada masyarakat pesawaran untuk saling menjaga agar tidak membuang sampah sembarangan lagi.Tapi ini semua membutuhkan keterlibatan semua pihak agar sadar terkait sampah. Saya juga lihat bukan hanya sampah rumah tangga, namun ada juga pepohonan dan ranting kayu. Mungkin ini perlu saya cek dengan PTPN di hulunya mengenai aliran sungai ini,” jelasnya.

Dengan adanya banjir ini, Dendi mengucapkan terima kasih atas respons cepat BPJN Provinsi Lampung. yang sudah datang dan berkomitmen akan merevitalisasi sungai.

“Terima kasih dan alhamdulilah, hari ini dari Balai Jalan (BPJN) Provinsi Lampung,telah berkomitmen akan revitalisasi sungai ini,” katanya.

Baca Juga :  Dirjen Bina Kemendagri Kunjungi TPS 1 di Pekon Rejosari

Pada kesempatan itu juga Kadis PUPR Pesawaran Zainal Fikri menerangkan mengenai revitalisasi sungai tersebut merupakan kewenangan BPJN Provinsi Lampung.

“Kita sepakat seratus meter dari air itu adalah kewenangan Balai. Kedepannya akan melakukan revitalisasi dengan dimensi yang lebih besar ukuran 2 x 2. Untuk sementara kita akan memasang plat besi di Wiyono dengan struktur kabin,” tutupnya (Mus)

Tulis Komentar

News Feed