oleh

Cek Fakta: Kabar Bangunan Talud Serobot Tanah Warga

Mesuji – Adanya pemberitaan terkait pembangunan talud atau drainase dari Dinas Pekerjaan Umum Penataan ruang pemerintah daerah kabupaten Mesuji yang berada di kecamatan way serdang, serta diduga menyerobot tanah warga, tarnyata tidak demikian adanya.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Fraksi Partai Amanat Nasianol Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Mesuji kepada Crew Media Haluanlampung.com, Jum’at (05/02).

“Saya membaca brita online katanya ada tanah warga yang diserobt untuk bangunan, maka saya langsung turun, kebetulan yang punya tanah masih saudara saya juga, mereka bilang tidak ada tanahnya utuh, justru trimakasih denga dibangunya talud tersebut, ” paparnya.

Politisi yang menang dua kali pada kontestasi pemilihan anggota legislatif daerah pemilihan Way Serdang ini menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengontrol jalanya pembangunan.

Baca Juga :  Pembalakan liar diatas tanah Register 40 Gedong Wani, PT Darma Agrindo Buang Badan

“Terlepas dari saya ini anggota DPRD atau bukan, yang terpenting kecamatan Way Serdang ini adalah wilayah saya, jadi kami harus pastikan bahwa dalam pembangunan tidak ada pihak yang dirugikan, ” tandasnya.

Lebih lanjut politukus besutan Amin Rais ini juga mengatakan bahwa pemilik tanah juga berharap agar dibangun talud lagi lantaran tanahnya kian terkikis air, hal ini terjadi semenjak adanya pelebaran jalan beberapa tahun yang lalu.

“Hanya saja mereka berharap di pasang Talut juga sebelah nya agar tanah mereka tidak longsor terus  dan sebelumnya mmng sudah longsor terus dampak pelebaran jalan dulu, ” tandasnya.

Terpisah Asnawati selaku pemilik tanah juga tidak membenarkan adanya kabar bahwa tanahnya diserobot oleh bangunan dari pihak DPUPR Mesuji.

Baca Juga :  Ketua DPC AWPI Metro Sesalkan Sikap Diskriminasi Terhadap Wartawan

“Enggak ada sama sekali, ya mungkin karena aliran airnya deras jadi memang tanah kami terkikis, inipun udah lama, ” terangnya.

(Rado)

Tulis Komentar

News Feed