oleh

Agus Istiqlal Buka Acara Sosialisasi Prioritas Penggunaan Dana Desa

Pesisir Barat – Bupati Pesisir Barat Agus Istiqlal membuka Acara Sosialisasi Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun Anggaran 2021, di GSG Selalaw Labuhan Jukung Krui, pada Selasa (09/02/2021).

Turut hadir dalam acara tersebut, Sekretaris Daerah, Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Kepala OPD terkait dan seluruh Peratin Se-Kabupaten Pesisir Barat.

Dalam sambutannya Bupati menyampaikan beberapa hal yang berkaitan dengan sosialisasi prioritas penggunaan Dana Desa tahun anggaran 2021.

Yang mana tentunya memiliki manfaat yang luar biasa dan demi kemajuan Pekon-Pekon di Kabupaten Pesisir Barat, jelas Bupati.

Prioritas penggunaan Dana Desa Tahun 2021 telah diterbitkan Kementerian Desa pada bulan september 2020.

Permendesa PDTT 13 tahun 2020 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2021 dan masih diwarnai dengan perbaikan dampak pandemi Covid-19, tegasnya.

Permendesa ini mengatur tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa dan pedoman umum pelaksanaan penggunaan Dana Desa tahun 2021, tambahnya.

Baca Juga :  Kemendagri Melalui Dirjen Bin Pemdes Berikan Penghargaan Atas Keberhasilan Pilkakon Tanggamus

Ada hal yang cukup menggembirakan bagi kita semua, yaitu masuknya SDGS Desa sebagai pedoman umum pelaksanaan dana desa tahun 2021, jelas Bupati.

SDGS Desa merupakan upaya terpadu dari Pemerintah Pusat untuk mewujudkan Desa tanpa kemiskinan dan kelaparan.

Ekonomi di pedesaan tumbuh merata, Desa peduli kesehatan, Desa peduli lingkungan, Desa peduli pendidikan, Desa ramah perempuan, Desa berjejaring, dan Desa tanggap budaya untuk percepatan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, tegasnya.

Permendesa PDTT 13 tahun 2020 tentang prioritas penggunaan dana desa tahun 2021 tetap mengutamakan kesehatan masyarakat Pekon dan perbaikan kondisi Ekonomi Pekon, jelas Bupati.

Dalam permendesa ini perlu digarisbawahi bahwa pandemi Covid-19 adalah bencana yang disebabkan oleh faktor nonalam yaitu Corona Virus Disease 2019 (covid-19) yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat Pekon.

Baca Juga :  Silaturahmi AWPI Metro ke Rumdis Walikota dan Wakil Walikota Metro

Sehingga mengakibatkan korban jiwa manusia serta dampak sosial, ekonomi, kesehatan dan kejiwaan atau psikologis masyarakat, tambahnya.

BLT Desa pun menjadi hal penting dimasa pandemi, Pekon aman Covid-19 adalah kondisi kehidupan Pekon yang tetap produktif di tengah pandemi Covid-19 dengan kedisiplinan warga untuk selalu menerapkan protokol kesehatan. Yaitu dengan menggunakan masker, menjaga jarak, dan cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, tegas Bupati.

Bantuan Langsung Tunai (BLT) dana desa adalah kegiatan pemberian bantuan langsung yang bersumber dari dana Desa kepada keluarga penerima dengan kriteria yang disepakati dan diputuskan melalui musyawarah Pekon.

Bantuan ini juga harus digunakan dengan sebaik-baiknya dan demi kepentingan rakyat yang membutuhkan, tegasnya.

Dalam anggaran pendapatan dan belanja Pekon yang disebut dengan APBPEKON adalah rencana keuangan tahunan Pemerintahan Pekon. Dalam pelaksaanaannya untuk menunjang rencana pembangunan jangka menengah Pekon (RPJM Pekon) sedangkan untuk jangka waktu 6 (enam) tahun, dimuat dalam rencana kerja Pemerintah Pekon (RKP pekon), yaitu penjabaran dari RPJM pekon untuk jangka waktu 1 (satu) tahun, jelas Bupati.

Baca Juga :  Puluhan Rumah di Mesuji Rusak Dihantam Angin Puting Beliung

Permendesa PDTT 13 tahun 2020 tentang prioritas penggunaan Dana Desa tahun 2021 juga tetap menggarisbawahi adanya padat karya tunai Desa. Sebagaimana kita pahami bersama bahwa kegiatan pemberdayaan masyarakat Pekon.

Pemberdayaan tersebut dimaksudkan khususnya untuk masyarakat yang kurang mampu dan marginal, yang bersifat produktif dengan mengutamakan pemanfaatan sumber daya, tenaga kerja, dan teknologi lokal.

Tidak hanya itu manfaat lainnya juga untuk memberikan tambahan upah/pendapatan, mengurangi kemiskinan, dan meningkatkan kesejahteraan rakyat, tutupnya. (Indra)

Tulis Komentar

News Feed