oleh

Gegara Burung Pemikat, Pria di Lambar Bunuh Adik Sepupu

Lampung Barat – Pasca kejadian naas berujung maut gegara burung, pelaku menewaskan saudara persepupuan di Pekon Turgak, Kecamatan Belalau, Lampung Barat (Lambar), alhasil pelaku berhasil diamankan petugas kepolisian setelah sempat melarikan diri pasca insiden pembunuhan.

Informasi tersebut dijelaskan Kapolsek Sekincau Sukimanto saat dikonfirmasi, Selasa (16/2/2021).

” Alhamdulillah tadi malam jam 01.00 dinihari, Selasa (16/2/2021) kita bersama tim tekab 308 Polres Lambar telah mengamankan tersangka di rumah mertuanya diseputaran Liwa tanpa adanya perlawanan ” Jelasnya.

Terkait kronologis kejadian pembunuhan, kapolsek Sekincau Sukimanto menerangkan dikarenakan permasalahan seekor burung.

” Seperti kemarin itu dari keterangan saksi bahwa diawali dari korban bersama temannya sedang memikat burung, setelah itu tahu-tahu datang tersangka merebut pikatnya namun oleh korban di upaya dipertahankan ya Tapi tetap dipaksa oleh pelaku akhirnya terjadi pergumpalan “, Bebernya.

Baca Juga :  Gubernur Arinal Dampingi Kunjungan kerja 2 Menteri di Kabupaten Tanggamus

Lanjut Sukimanto, akibat perkelahian tersebut korban JP (22) tewas ditangan pelaku MS (33) dengan sejumlah luka.

” Kebetulan pelaku membawa sajam jenis golok dan dibacok nya pada tiga titik yakni kaki, paha dan dada “, Imbuhnya.

Disinggung mengenai alasan pelaku membunuh korban yang tak lain saudara sepupunya tersebut sukimanto menjelaskan masalah spontan.

” Kalau sampai saat ini nggak ada urusan pribadi hanya spontanitas saja, dan berdasarkan informasi tersangka ini di kampung itu terkenal agak-agak beringas atas kejadian tersebut pelaku bakal kita sangkakan Pasal 338 KUHP jo 351 dan 358,” ungkapnya.

Sebelumnya Akibat berebut Burung pemikat, Seorang pemuda yang masih berstatus Mahasiswa harus meregang nyawa ditangan kakak sepupunya sendiri, kejadian perkelahian berujung maut tersebut terjadi di Pekon Turgak, Kecamatan Belalau, Kabupaten Lampung Barat, Senin (15/2/2021) pada pukul 17.30 WIB.

Baca Juga :  Vaksin Buatan Dalam Negeri Sasar Pelayan Publik

Kejadian naas tersebut bermula ketika korban yang bernama Juli (22) bersama rekannya Madya (28) pergi kekebun untuk memikat burung dikebun kopi namun ketika di perkebunan tiba tiba tersangka M pun menyusul ke area tempat memikat burung.

Sesampainya dilokasi mikat burung, tanpa basa-basi pikat korban diambil oleh tersangka Mazkur (33) dan akhirnya terjadi cekcok.

Hal tersebut di jelaskan Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Sekincau Sukimanto saat dikonfirmasi melalui ponsel, Senin (15/2/2021) malam.

Sukimanto melanjutkan setelah terjadinya cekcok korban mengambil kembali burung miliknya dari tangan tersangka dan kemudian tersangka mengejar kemudian memiting korban.

” Iya pelaku mengejar korban juga meminting diwaktu yang bersamaan memang di pinggang pelaku telah terselip sebilah parang, sehingga terjadi keributan gelut ” Beber kapolsek berpangkat kompol tersebut.

Baca Juga :  Pra Event Sirkuit Pencak Silat Lampung, IPSI Lambar Seleksi Atlit

Sementara itu kata sukimanto, sempat dilakukan peleraian oleh teman korban Madya (28) namun korban tetap saja korban berlari mengejar pelaku dan berusaha mengambil kembali pikat miliknya.

” Dalam kejadian tersebut telah ada upaya peleraian oleh saksi, dan korban pun telah dilakukan pertolongan namun naas korban tewas di tempat, kini pelaku Mazkur (33) masih dilakuman pengejaran oleh aparat ” Pungkasnya (Erwan/Rifa’i)

Tulis Komentar

News Feed