oleh

Bupati Dendi: Bandarlampung dan Pesawaran Tidak Bisa Disamakan Model Pembangunannya

PESAWARAN – Di era kepemimpinannya selama menjadi Bupati Pesawaran dari tahun 2016-2021, Dendi Ramadhona – Eriawan punya gaya model sendiri didalam membangun Bumi Andan Jejama.

Hal itu dikatakan Dendi pada Rapat Koordinasi Pejabat Kabupaten Pesawaran dan Expose Kaleidoskop Kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Pesawaran Periode 2016-2021, di Aula Pemkab Pesawaran, Rabu (17/02/2021).

Menurut Dendi, didalam membangun Kabupaten Pesawaran dirinya bersama Wakilnya Eriawan telah mempunyai cara dan gaya tersendiri, sebab kata Dendi, daerah Pesawaran tidak bisa disamakan dengan daerah Kabupaten lainnya.

“Bandar Lampung dengan Pesawaran tidak bisa disamakan cara maupun model pembangunannya, begitu juga dengan Kabupaten Pringsewu, mulai dari kultur SDMnya,SDAnya dan juga dukungan-fasilitas sarana dan prasaranya berbeda, ditamba lagi model kepemimpinan Bupatinya juga berbeda-beda” ucap Dendi.

Di jelaskan Dendi lagi, saat dirinya menjadi Bupati Pesawaran,bukan tipikalnya untuk melakukan pencitraan apa lagi hanya hebat di media saja, tapi dirinya ingin bagaimana bisa berada ditengah-tengah masyarakat.

Baca Juga :  Meledak lagi, Positif Covid-19 di Lambar Bertambah 25 Kasus

“Dari awal saya memimpin yang ada dibenak saya adalah desa, percuma kita bagus, perrcuma jalan kita mulus percuma banyak pembangunan menumental. Dan untuk apa kita disini menari-nari, untuk apa kita bersenang tapi didaerah pedalaman Desa tidak pernah mencicipi jalan aspal yang bagus, maka dari awal, fokus saya adalah Desa, semua harus selaras, apalagi desa merupakan cerminan dari hasil pembangunan Pemerintah Kabupaten Pesawaran” jelasnya.

Bahkan, sambungnya lagi, kalau dirinya arogansi bisa saja, mau membangun mall dan stadion bisa karena duitnya ada, tapi untuk apa kalau tidak semua masyarakat yang mendapatkan manfaat itu. Maka dari itu semua lokus itu ada di Desa mulai dari sektor Kesehatan, Pendidikan, Ekonomi dan infrastruktur bertitik berat pada di Desa.

” Oleh karena itu, dilakukan dengan menyisir wilayah pedesaan dengan harapan masyarakat yang ada di desa-desa dapat merasakan manfaat dari apa yang diperbuat selama memimpin. Seba , yang saya pikirkan desa di Pesawaran ini bukan hanya satu atau dua desa saja, tapi 144 desa. Kita tidak bisa arogan, semua pembangunan ada di ibu kota, tapi bagaimana wilayah pinggiran di Kabupaten Pesawaran harus merasakan adanya Pemerintah, sesuai instruksi pak Presiden (Joko Widodo) pembangunan itu dimulai dari pinggiran yaitu dari desa,” ujar dia.

Baca Juga :  Asep Makmur, Konsens Tani hingga Branding Ikan Teri Lampung

Ia pun menerangkan bahwa pada periode sebelumnya, dirinya telah melakukan pemetaan terhadap dinamika yang ada di Kabupaten Pesawaran.

“Selama periode pertama sudah saya mapping, tinggal pada periode kedua harus kita cari obatnya, obat itu perlu kita racik bersama, pada periode kedua ini saya rasa tidak perlu lagi adaptasi semua sudah tahu gaya saya, sekarang mari kita mulai berlari, dengan koordinasi yang lebih baik lagi dari sebelumnya,” terang dia.

Menjelang akhir masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Pesawaran periode 2016-2021, Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona juga menyempatkan mengucapkan terima kasih kepada Eriawan yang telah mendampinginya.

“Khusus untuk Pak Eriawan, tadinya saya berharap untuk hadir disini bersama saya, tapi karena beliau mungkin ada kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan, saya secara pribadi mengucapkan beribu-ribu terima kasih kepada beliau (Eriawan) karena selama ini telah bersedia mewakafkan dirinya bersama saya untuk mengabdi terhadap Kabupaten Pesawaran, serta kepada jajaran OPD Saya juga mohon maaf, jika saya punya salah, saya ini manusia biasa, punya perasaan dan naluri, jika saya meletup-letup kalau ada masalah atau hal yang tidak sesuai ekspektasi saya, itu tidak ada permasalahan pribadi dengan kalian, semua itu karena profesionalitas,” tutur dia.(Mus)

Tulis Komentar

News Feed