oleh

Inspektur Perintahkan Irban 3 Untuk Dalami Kasus Dana Bumdes Pekon Nusawungu

Pringsewu – Menguapnya dana BUMDES tahun 2017-2019 pekon nusawunggu ,diduga ada keterlibatan kepala pekon , inspektur perintahkan Irban 3 untuk mendalami.

Maraknya pemberitaan di beberapa media terkait dugaan carut marut anggaran dana BUMDES pekon Nusawungu inspektur akan memerintahkan Irban 3 untuk mempelajari kasus ini, kalau benar dugaan kasus ini ,baru kita limpakan ke Irban investigasi , kata Andi Purwanto ST.MT .selaku inspektur kabupaten Pringsewu saat di konfirmasi haluanlampung .com di ruang kerjanya, Kamis (18/2/2021)

“Untuk kasus ini,kami akan pelajari dulu,saya akan perintahkan Urban 3untuk mepelajarinya, bila terbukti benar kita perintahkan tim investigasi untuk menindak lanjuti nya”ucap Andi.

Bila ada keterlibatan kepala pekon dalam kasus BUMDES ini ,kata Andi , dan ada kerugian kerugian uang negara yang di mintak untuk menggembalikan ,mereka tidak menggebalikan , kita bisa laporkan ke APH.

“Ya kalau ada kerugian uang negara , harus menggebalikan ,kalau tidak , kita laporkan kepenegak hukum” jelas Andi.

Baca Juga :  72 CPNS Pemkab Ikuti Latsar

Dilain pihak dugaan keterlibatan kepala pekon nusawunggu (Joko Supriyono -red) terkait kasus carut marutnya anggaran BUMDES tahun 2017-2019 ,Joko selaku kepala pekon tidak perna meminjam dana BUMDES tepisnya pada haluan Lampung .com saat di kofirmasi via telpon, Kamis (18/2/2021).

Menurut Joko ,dana BUMDES pada tahun 2017 digunakan untuk sub ,kegiatan ,diantaranya pembagunan spam,penabahan modal usaha toko BUMDES,untuk pembelian tanah,pembelian mobil,juga tegap gedung BUMDES.

Lanjut Joko ,untuk tahun 2018 100juta dana BUMDES,sepuluh juta untuk dana pendapingan (DP)untuk pembelian tanah.

“Kalau saya, meminjam uang (Tilep) dana BUMDES saya tidak pernah” tepis Joko utuk dana BUMDES tahun2019 sebesar 85juta ,kata Joko ,untuk 41juta di belanjakan untuk kegiatan lomba desa,itu juga kami meminjam dari dana BUMDES,

“Anggaran dana BUMDES dari 2017 hingga 2019 saya tegaskan tidak perna meminjamnya ,tepis Joko.

Selain itu ketua BHP,Daryoto saat dihubungi terkait kisruh dana BUMDES di pekon nusawunggu ,mengaku tidak tau sejak 2017-2019, mereka (ketua bumdes-red) laporqn kegiatan bumdes ,sepengetahuannya ,laporan hanya sebatas gelondongan,tidak terperinci sehingga menimbulkan pertanyaan bagi masarakat.

Baca Juga :  SMKN 1 Gadingrejo Gelar Pembelajaran Tatap Muka saat Pratikum

“BHP ,memintak kepada ketua bumdes agar transferan,tentang laporan pertanggung jawaban( LPJ) dana bumdes” jelas Daryoto.

Sebelumnya, Anggaran dana bundes ,pekon nusawunggu kecamatan Banyumas ,di duga di tilep kepala pekon sejak tahun 2017- 2021 hinnga kini dana BUMDES pekon Nusawungu patut di pertanyakan .

Dari data yang di himpun media ini, keberadaan BUMDES pekon Nusawungu sejak tahun 2019 diduga tidak aktif lagi (vakum) ,sedangkan anggaran dana desa yang di kucur kan untuk BUMDES cukup pantastis hingga 300 juta rupiah .

Dari data, dana anggaran BUMDES lingar jati pada tahun 2017 sebesar 118 juta,selanjut di tahun 2018 penambahan modal untuk BUMDES sebesar 100 juta, sedangkan di tahun 2019 mendapat suntikan lagi berkisar 85 juta,total nya anggaran BUMDES lingar jati berkisar 300juta lebih.

Baca Juga :  Realisasi Kegiatan P2L Program GPP Kabupaten Pringsewu Diduga Bermasalah

Bila di lihat dari berita acara pengakuan ketua BUMDES ,kepada ketua BHP pekon setempat ,diduga adanya keterlibatan kepala pekon nusawunggu (Joko suprayitno-red) dalam pengunaan dana BUMDES lingar jati ,pekon nusawunggu yang bersumber dari dana desa.

Terkuaknya keterlibatan kepala pekon nusawunggu ,dalam pengunaan anggaran dana BUMDES sejak kepengurusan ketua BUMDES yang baru yaitu sdr.Saeful tertuang dalam berita acara pengakuan ketua BUMDES sdr Saeful imanudin kepada ketua BHP ,juga di saksikan toko masarakat ,dengan ditanda tangani bermatrai,pada tanggsl 10januari 2021 yang lalu.

Dalam isi berita acara terkait ,laporan pengunaan dana BUMDES ,juga rincian dana yang di duga di pakai (Tilep)oleh kepala pekon selama 2017-hingga 2019 ratusan juta rupiah .sejak kepengurusan di jabat oleh Saeful. (Her)

Tulis Komentar

News Feed