oleh

KPB Sebatas Narasi, Persawahan di Mesuji Kebanjiran Berkali-kali

SEKITAR 140 hektare lahan sawah di Desa Labuhan Batin, Way Serdang, Mesuji terendam banjir.

Ini luasan yang tidak sedikit dan hampir dipastikan akan mengganggu daya tahan ekonomi petani setempat yang pada umumnya mengandalkan hasil persawahannya untuk hidup.

Air bah yang mengenangi sawah di desa ini rutin terjadi setiap tahun. Curah hujan yang tinggi, selalu saja menjadi alasan klasik untuk menjelaskan penyebab peristiwa ini.

Padahal, semua pihak terkait di kabupaten itu sangat paham bahwa tanggul-tanggul penahan air dalam kondisi yang tidak baik. Terbukti, sejumlah tanggul-tanggul di sana mudah jebol dihantam debit air yang tinggi.

Sejauh ini belum ada penanganan serius untuk memperbaiki tanggul-tanggul tersebut.

Baca Juga :  Diskes Mesuji Distribusikan Vaksin Sinovac

Selain itu, juga belum ada kalkulasi yang dapat menjelaskan besaran kerugian petani akibat bencana ini.

Lebih dari itu, belum ada keterangan dari Pemkab Mesuji soal pemberian bantuan atau stimulus untuk para petani.

Jebol Berkali-kali

Yang ada cuma “jeritan” Kepala Desa Labuhan Ahmad yang berharap adanya perhatian dari Pemerintah Kabupaten Mesuji dan Provinsi Lampung.

“Tolonglah perbaiki tanggul-tanggul yang ada di desa dengan baik. Jangan asal-asal agar tak jebol lagi. Sudah tiga jebol, masak terus-terusan begini,” katanya.

Mungkinkah program Kartu Petani Berjaya mampu menyelesaikan persoalan banjir, tanggul yang jebol serta petani yang merugi?

Jawabnya, bisa, asalkan program itu nyata dan tak sekedar wacana.

Baca Juga :  Hut ke-41, Bank Lampung Support Dekranasda Lampung

Di Mesuji, pelaksanaan program KPB baru sampai tahap validasi kepersertaan.

Meski manfaat KPB sudah digaungkan melalui sosialisasi, kesaktian KPB baru sebatas narasi.

(Rado)

Tulis Komentar

News Feed