oleh

Skenario Pelantikan Kada Berubah, Virtual Batal Menjadi Tatap Muka

BANDARLAMPUNG – Pemprov Lampung mengubah skenario pelantikan kepala daerah yang semula virtual menjadi tatap muka terbatas.

Pemprov Lampung sudah mendapat izin dari Kemendagri untuk menggelar pelantikan secara tatap muka dengan undangan terbatas.

Terkait jadwalnya, Sekretaris Provinsi Lampung Fahrizal Darminto memastikan pelantikan kepala daerah akan dilaksanakan Jumat (26/02)
mendatang.

Perubahan skenario teknis pelantikan tersebut, menurut Fahrizal berawal dari surat Gubernur Arinal Djunaidi kepada Kementerian Dalam Negeri
yang meminta agar pelaksanaan pelantikan diizinkan secara tatap muka.

“Alhamdulillah kita diizinkan untuk tatap muka. Dan ada beberapa daerah juga yang mengajukan pelantikan secara tatap muka,” kata Fahrizal usai rapat koordinasi secara virtual bersama Kemendagri, Rabu (24/02).

Baca Juga :  Dekatkan Pelayanan, Ombudsman Lampung Buat Program Ombudsman Ngantor Diluar

Permintaan gubernur tersebut didasari keinginan guberbur yang ingin memberikan arahan kepada kepala daerah pada saat moment pelantikan tatap muka tersebut.

“Pak gubernur mau memberikan pengarahan secara langsung. Makanya pak gubernur mengajukan izin untuk pelantikan tatap muka,” jelasnya.

Fahrizal memastikan pelantikkan tetap menerapkan protokol kesehatan untuk menghindari penyebaran Covid-19.

Dengan pemberlakukan prokes, maka jumlah undangan dibuat sangat terbatas. Di mana yang hadir dalam acara itu hanya kepala daerah dan wakil kepala daerah didamping istri atau suaminya masing-masing.

Diproyeksikan ada tujuh kepala daerah terpilih yang akan dilantik, meski untuk pastinya masih menunggu SK dari Kemendagri.

Informasi sementara, ada tujuh pasang kepala daerah yang akan dilantik.

Baca Juga :  Focus Group Discussion "Indeks Keterbukaan Informasi Publik 2021" di Provinsi Lampung

Yakni Eva Dwiana-Dedi Amirullah (Bandarlampung), Nanang Ermanto-Pandu Kesuma (Lampung Selatan), Musa Ahmad-Ardito (Lampung Tengah).

Dendi Ramadhona-S Marzuki (Pesawaran), Dawam Rahardjo-Azwar Hadi (Lampung Timur), Raden Adipati Surya-Ali Rahman (Waykanan) dan Wahdi Sirajjudin-Qomaru Zaman (Metro). (iwa)

Tulis Komentar

News Feed