oleh

Sungai Kaliawi: Buawi Tertangkap, Buiwo Masih Diburu

BANDARLAMPUNG – Satu dari dua ekor buaya kembar yang paling dicari oleh warga sekitar Sungai Kaliawi, Bandarlampung sudah tertangkap, Senin 1
Maret 2021.

Buaya yang tertangkap itu bernama (sebut saja Awi) oleh warga melalui siasat jerat seling bambu dengan menggunakan umpan daging ayam yang diikat
di tepi Sungai Kaliawi.

Warga sekitar mempercayai buaya di Sungai Kaliawi itu sudah ada lama. Dan sejak satu bulan terakhir membuat cemas warga karena kerap muncul.

Menurut Ketua RT 01 LK 01 Kelurahan Kaliawi Evi Suhendar, sejak satu ini buaya tersebut sudah sering berkeliaran di Sungai Kaliawi.

“Biasanya Si Awi muncul saat banjir. Kadang muncul juga pada siang atau malam hari untuk mencari makanan” kata Suhendar, Selasa (2/3).

Buawi Tertangkap Buiwo Masih Buronan

Suhendar dan warga sekitar Sungai Kaliawi mempercayai sebenarnya ada dua buaya di sungai tersebut.

Baca Juga :  Dinas Kominfotik Provinsi Lampung Berduka, Plt Kadis Meninggal Dunia

“Kami percaya jumlahnya ada dua” ungkap Suhendar.

Oleh sebab, meski Awi sudah tertangkap, warga masih tetap mewaspadai keberadaan satu ekor buaya lagi (sebut saja Iwo).

Terkait penanganan Awi lebih dulu tertangkap, Suhendar menjelaskan bahwa Awi sempat menginap di rumahnya satu malam sebelum diserahkan ke BPBD
Kota Bandarlampung.

Dan terhadap Iwo, masih masih masuk dalam daftar pencarian warga sekitar Sungai Kaliawi.

Sungai Kaliawi Habitat Buaya Bersarang

Rawa dan sungai sejak dulu memang menjadi habitat buaya untuk bersarang dan berkembang biak. Namun seiring zaman dan padatnya kawasan pemukiman hingga ke daerah aliran sungai, menyebabkan buaya punah karena kelaparan dan perburuan.

Dengan adanya buaya di Sungai Kaliawi membuktikan sungai itu dulu menjadi habitat buaya.

Tiga Jenis Buaya di Indonesia

Setidaknya, ada tiga jenis buaya yang hidup di Indonesia, yakni buaya siam, buaya muara dan buaya irian

Baca Juga :  Alami Luka Bakar saat Bermain Meriam Bambu, Bocah 7 Tahun Meninggal

Buaya siam atau nama latinnya Crocodylus siamensis. Jenis buaya ini juga hidup di Pulau Jawa, Kalimantan, Malaysia yaitu Sabah dan Serawak, Laos, Kamboja, Thailand, dan Vietnam.

Buaya siam hidup di air tawar, rawa-sawa, sungai, dan danau. Panjang tubuh buaya siam kebanyakan hanya berkisar dua sampai tiga meter saja, meski pernah  ada yang sampai berukuran 4 meter.

Sedangkan buaya Muara atau nama latinnya Crocodylus porosus) rata-rata memiliki panjang tumbuh 2,5 sampai 3,3 meter, tapi ada juga buaya muara yang bisa tumbuh hingga 12 meter dengan berat mencapai 200 kilogram.

Bahkan karena panjang dan berat tubuhnya, buaya muara menjadi salah satu buaya terbesar di dunia. Sesuai namanya, buaya muara yang merupakan buaya air asin ini hidup di perairan sungai yang dekat dengan laut atau muara.

Baca Juga :  Gubernur Arinal Djunaidi Serahkan Dokumen LKPJ Kepala Daerah Tahun 2020 kepada Ketua DPRD Provinsi Lampung

Dalam sekali masa bertelur, buaya muara betina bisa menghasilkan 40 sampai 90 butir telur yang akan menetas setelah mengeram  selama 90 hari oleh induk betinanya.

Buaya muara merupakan buaya terganas di Indonesia yang harus dihindari oleh manusia.

Sementara buaya Irian mirip dengan buaya muara yang ganas. Namun buaya irian berukuran lebih kecil, serta warna kulitnya lebih gelap.

Panjang tubuh buaya irian jantan sekitar 3,35 meter, sedangkan buaya irian betina hanya berkisar pada 2,65 meter.

Jika membandingkan dengan buaya-buaya jenis lainnya yang ada di Indonesia, ukuran sisik buaya irian lebih besar.

Habitatnya ada di perairan yang berair tawar, seperti sungai, danau, dan rawa-rawa.

(IWA)

Tulis Komentar

News Feed