oleh

Suami yang Bersalah, Anak dan Istri yang Ditahan Perusahaan

Nasib malang dialami oleh warga asal kalimantan selatan, Nurhidayati (40) beserta ke dua anaknya, yang bekerja di perusahaan Sumber Indah Perkasa (SIP) beralamatkan di desa brabasan kecamatan Tanjung raya kabupaten Mesuji.

Konon kondisi mereka sangat menyedihkan, lantaran perusahaan menahan mereka untuk melakukan aktifitas di luar lokasi perkantoran, sepertihalnya tahanan.

Lebih parah lagi manakala mes yang mereka tempati cuma tersedia tikar sebagai alas tidur dan saluran air pun diputus.

“Kami harus ke sumur mas kalau ingin ngambil air bahkan terkadang anak anak kalau mandi ya harus kesana, karena saluran air nya di putus oleh pihak PT,” ujar wanita paruh baya tersebut.

Ia menambahkan bahwa untuk makan sehari hari hanya mengharap belas kasihan dari orang lain dan  karyawan yang tinggal di Mes, karena dari pihak perusahaan tidak memberi bantuan apapun.

Baca Juga :  Ikuti Arahan Presiden, Pemkab Mesuji Tiadakan Safari Ramadan

“Alhamdulillah masih ada tetangga mes yang memberi kami makanan dan jajan anak anak, kalau dari pihak perusahaan tidak ada sama sekali,” ujar Nurhidayati.

Atas kondisi tersebut, ia juga memaparkan bahwa anak-anaknya terpaksa saat ini tidak dapat bersekolah, lantaran pihak perusahaan tak memberikan izin kepada keluarganya untuk pulang ke kampung halaman.

“Kami sudah minta surat pindah untuk anak anak, akan tetapi yang di berikan surat pindah oleh pihak sekolah hanya yang kecil, karena anak saya yang besar sudah kelas 6 dan mendekati ujian makanya tidak di izinkan pindah, kalau sekolah berjalan kaki kalau ada Tebengan ya nebeng kalau tidak ada Tebengan kadang juga tidak sekolah, karena motor sudah kami jual untuk nyicil hutang ayahnya, yang kecil tidak bisa sekolah karena sudah pindah sekolah ke Kalimantan sedangkan kami tidak di izinkan meninggalkan Perusahaan sebelum permasalahan ayahnya di selesaikan,” Terangnya.

Baca Juga :  Karang Taruna Mesuji Bagikan Takjil Buka Puasa

Hal yang dialami keluarga tersebut, sepertinya juga berpengaruh pada kondisi kejiwaan anak anak mereka, rasa was was dan tidak nyaman terhadap ketidak jelasan nasip mereka membuat down para bocah yang baru duduk di sekolah dasar ini.

” Saya sudah mengusulkan kepada pihak PT agar saya dengan anak anak di izinkan keluar dari lokasi ini akan tetapi tidak di perbolehkan, saya kasihan dengan anak anak, karena dengan kejadian ini akan membuat beban mental untuk mereka ” jelas suami Nurhidayati yaitu Tumino.

Meskipun ia juga tak menafikan bahwa dirinya memang bersalah, namun ia sangat keberatan jika permasalahan tersebut turut juga dibebankan kepada istri serta anak anaknya.

Tumino mengakui bahwa ia memakai uang perusahaan kurang lebih 335.000.000 dan telah di bayar 70.000.000, untuk sisanya masih di usahakan dengan menjual aset yang ada di Kalimantan, ia hanya berharap kepada pihak perusahaan agar dapat mengizinkan anak dan istrinya di bebaskan, karena perbuatan yang ia lakukan tidak ada hubungannya sama sekali dengan anak dan istri serta akan saya pertanggung jawabkan perbuatan saya.

Baca Juga :  Pemudik "Curi Start"! Jalinsum Mesuji Dipadati Kendaraan Pribadi

Di tempat terpisah Pihak perusahaan melalui Asisten, yang tidak mau menyebutkan namanya, saat di konfirmasi awak media terkait, adanya informasi bahwa pihak perusahaan telah menyekap atau menahan dan tidak memberi makan kepada keluarga pak Tumino, ia menyangkal, bahwa informasi tersebut tidak benar,

” informasi tersebut tidak benar, kami tidak menyekap dan kami memberikan mereka bahan makanan untuk mereka masak sendiri ” bantahnya.

Tulis Komentar

News Feed