oleh

Ketika Bergidik, Maka Tak Cukup dengan Imbauan Jangan Panik

ANCAMAN gempa dan tsunami adalah keniscayaan, dan kita hanya bisa menunggu ancaman itu menjadi nyata. Bagaimana kita menghadapinya?

Mendengar nama tsunami memang membuat orang bergidik. Namun, sesungguhnya sebagian masyarakat di pesisir Lampung memiliki cukup pengalaman untuk menghadapinya.

Pengalaman pertama, yakni saat geger air laut pasang di Teluk Lampung pada Mei 2005 lalu.

Kala itu, ribuan warga Bandarlampung beramai-ramai mengungsi ke dataran lebih tinggi. Malam itu, Kantor gubernur, Masjid Taqwa dan ketinggian Tanjakan Tarahan ramai disesaki warga yang berlari dengan pakaian seadanya.

Isu tsunami cepat menyebar karena adanya pengumuman di masjid dan mushola seantero kota yang memberitahukan agar warga siaga.

Padahal tak ada gempa yang mendahuluinya

Herannya, isu itu juga membuat warga yang jauh dari pantai ikut berlarian, mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.

Pengalaman kedua adalah saat gelombang tsunami menerjang kawasan pantai di Kabupaten Lampung Selatan pada Sabtu malam (22/12/2018) pukul 21.27 WIB.

Bencana itu menimbulkan puluhan korban jiwa dan
ratusan warga terluka serta menghancurkan ratusan.

Gempa terakhir yang terasa di Bandarlampung terjadi sehari setelah kunjungan Doni Monardo, Sabtu (20/3) pukul 00:01:11 WIB.

Data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukkan gempa bumi tersebut berkekuatan Magnitudo 3,7 SR.

Tak ada kepanikan akibat gempa itu, karena tak begitu terasa goncangannya.

—–====Mitigasi Bencana

Menghadapi ancaman gempa dan tsunami tak cukup dengan mengimbau warga tidak panik. Lebih dari itu, pemangku kepentingan harus menyiapkan sejumlah langkah yang bisa diupayakan dalam melakukan mitigasi bencana tsunami.

Langkah-langkah itu minimal adalah melakukan upaya-upaya perlindungan kepada kehidupan, infrastruktur dan lingkungan pesisir.

Pengembangan sistem peringatan dini (early warning system) dan pembuatan bangunan pelindung merupakan contoh upaya perlindungan yang bisa dikembangkan. (dsb/iwa)

Tulis Komentar

News Feed