oleh

Sengkarut Baju Adat DPRD Tuba Barat: Wow, Harganya Rp5 Juta/Stel

PANARAGAN – Sidang paripurna HUT Provinsi Lampung Ke-57 di ruang sidang DPRD Tuba Barat (Tulangbawang Barat) pada Kamis (18/03) lalu hanya diikuti 7 anggota dewan. Ke mana 23 anggota dewan lainnya?

Rupanya, 23 anggota dewan yang tak hadir tersebut karena baju adat yang khusus dibuat untuk perayaan HUT Lampung itu belum dibagikan.

Menanggapi hal tersebut, Warsit, eks Kepala Bagian (Kabag) Umum Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) (Tubaba) Lampung tahun 2020 menjelaskan lain. Ia memastikan pakaian adat lengkap untuk 30 anggota legislatif sudah dibagikan.

Dia juga menjelaskan bahwa pengadaan baju adat itu dilakukan Januari 2020 lalu dan selesai pada bulan Maret.

“Dibuat di Bandarlampung oleh penjahit Erwin Trailer,” jelasnya.

Baca Juga :  Perbup Waykanan "Selamatkan" 3 Cakakam Narkoba

Dia mengakui pengambilan baju di penjahit sedikit terlambat akibat Covid-19.

Namun dia memastikan pakaian seragam lengkap tersebut sudah dibagikan ke para anggota dewan, kecuali untuk Pak Roni dan Marjani karena masih harus diperbaiki dan belum diterima Pak Marjani karena sedang berada di Bandarlampung.

“Saya pastikan 28 anggota DPRD menerimanya, kan ada tanda terimanya,” tegasnya.

Hebatnya, baju adat untuk anggota DPRD Tuba Barat ini mahalnya luar biasa. Anggarannya Rp5 juta per stel sehingga bila dikalikan 30 anggota maka total anggaran mencapai Rp150 juta.

“Ya segitu anggarannya. Dicover  APBD Murni tahun 2020,” jelasnya.

Dihadiri 7 Anggota Dewan

Diketahui, rapat Paripurna istimewa, Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba), dalam Rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Lampung Ke 57 hanya dihadiri oleh tujuh anggota legislatif.

Baca Juga :  Bulan Depan 164 SD dan 33 SMP Negeri di Tubaba akan Melaksanakan Perubahan Nomenklatur

Ketujuh wakil masyarakat tersebut ialah, Ponco Nugroho (PDIP), Nadir (PDIP), Sukardi (PDIP), Rubiono (PDIP), Sugito (PKB), Hairul Amin (Perindo), dan Ansyori (PDIP)

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Tubaba Ponco Nugroho mengatakan, dirinya sangat menyesalkan ketidak hadiran para wakil rakyat dalam agenda rutin tahunan itu.

“Karena ini berkaitan dengan HUT Provinsi Lampung, memang tidak harus korum. Akan tetapi, seyogyanya kawan-kawan anggota legislatif turut hadir. Karena kita membawa nama kelembagaan,” ujarnya saat dikonfirmasi wartawan usai memimpin rapat paripurna, Kamis (18/03/2021).

Ponco mengungkapkan, ketidak hadiran para anggota legislatif dikarenakan berbagai macam alasan.

“Ada beberapa anggota legislatif yang keluar kota, dan menghadiri kegiatan partai. Ada yang izin melalui lisan dan secara tertulis,” kata dia.

Baca Juga :  Perbup Tabrak UU Narkotika dan Pasal 17 KUHAP

(son)

 

Tulis Komentar

News Feed