oleh

Kajari Lambar: Jangan Jadikan Kejaksaan sebagai Alat Politik

Lampung Barat – Kepala kejaksaan negeri (Kajari) Lampung Barat (Lambar) Riyadi, menghimbau masyarakat jangan menjadikan institusi kejaksaan sebagai alat politik di tengah masyarakat.

Pasalnya, menurut Orang nomor satu di korps Adiaksa liwa tersebut, beberapa waktu belakangan terjadi pelaporan oleh masyarakat atas dugaan korupsi di pedesaan oleh kepala desa di Bumi Beguwai Jejama tersebut.

“Kami kejaksaan tidak mau dijadikan alat politik dan kami pun tidak mau,” ucap Riyadi saat sambutan Sosialisasi pengawalan dan pengamanan kegiatan proyek strategis Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang diadakan di Aula Kagungan setempat, Senin (29/3/2021).

Lanjut Riadi, aksi melaporkan kepala desa ke kejaksaan atas dugaan korupsi kerap dijadikan lawan politik yang tidak terpilih saat kompetisi pemilihan kepala desa.

Baca Juga :  ODGJ Dimandikan dan Dikasih Makan, Cuma Ada di Lampung Barat

“Karena pilkades ini kan zonanya kecil, di desa itulah yang menang dan kalah berada, sehingga dicari kesalahannya dan dilaporkan ke kejaksaan, Berbeda dengan Pilbub ataupun Pilgub dimana peserta kompetisi tidak selalu berada di tempat yang sama bisa saja dari luar daerah, ” Tegasnya.

Sementara itu, Riyadi pun mengingatkan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Lambar, seluruh camat dan peratin yang sebagian hadir melalui Vidcon Zoom tersebut untuk tidak melakukan pungutan diluar ketetapan kepada penerima PTSL.

“Kami menghimbau kepada seluruh camat dan peratin agar tidak melakukan pungutan diluar ketetapan yang telah di tanda tangani 3 menteri, serta kepada pihak BPN untuk giat melakukan sosialisasi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” Pungkasnya.

Baca Juga :  Diskoperindag Lambar Sediakan Lamban Kemasan Bantu UMKM Tingkatkan Pemasaran

Hadir pada kesempatan tersebut Wakil Bupati Lambar Mad Hasnurin, Kepala Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Lambar Adi Irawan, perwakilan Kejati Lampung dan Kepolisian setempat serta seluruh Camat dan Peratin (Kepala Desa) setempat. (Erwan/Rifai)

Tulis Komentar

News Feed