oleh

Kemerdekaan Pers Kembali Diuji, AWPI Kecam Arogansi Aparat

BANDARLAMPUNG – Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI) menyampaikan keprihatinan masih terjadinya tindak kekerasan terhadap wartawan oleh oknum kepolisian dan TNI.

“Kami prihatin dan juga mengecam keras tindakan arogansi dan semena-mena oleh oknum kepolisian dan TNI,” kata Ketua Umum AWPI Hengki Ahmat Jazuli (HAJ), di Bandarlampung, Selasa (30/03), menanggapi peristiwa tindak kekerasan terhadap wartawan Lampung Post, Ahmad Sobirin.

Diketahui, Sobirin mengalami kekerasan verbal (lewat sambungan telepon) usai meliput pengoplosan bahan bakar minyak (BBM) di Tulangbawang Barat, Jumat (26/03) lalu.

“Tindak kekerasan ini sangat memalukan dan seharusnya tidak boleh terjadi di era keterbukaan dan informasi yang dijamin Undang-undang,” tegas HAJ.

Kecaman keras juga disampaikan Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Bandarlampung, Hendry Sihaloho.

Baca Juga :  Pakai APD, AMLB Tuntut KPK Naikan Status Nunik Sebagai Tersangka

Hendry meminta semua pihak untuk menghormati kerja-kerja jurnalistik yang dijamin UU untuk memberdayakan warga negara, memperkuat institusi demokrasi dan demokrasi itu sendiri.

“Tugas jurnalis dilindungi UU 40/1999 tentang Pers. Tindak kekerasan akan menghambat jurnalis memenuhi tujuan jurnalisme, yakni menyediakan informasi yang dibutuhkan warga agar mereka bisa mengatur hidupnya secara bebas,” ujarnya.

Sobirin mengalami intimidasi sepulang meliput pengoplosan BBM. Dia menerima telepon dari nomor tak dikenal yang belakangan diketahui, adalah oknum anggota Polres Tulangbawang Barat.

Oknum polisi itu berbicara dengan nada tinggi, “Kamu ini enggak sepandangan lagi. Sudah itu, kamu ajak anggota dewan pula. Nanti, kamu ketemu saya. Jangan kau lihat saya baik-baik.”

Baca Juga :  Waspada, Penipuan Pendaftaran Subsidi Listrik Melalui Website

Oknum polisi itu juga berkata, “Kamu kayaknya mau tahu betul sama saya. Nanti ketemuanlah ya. Nanti saya cari kamu. Biar kamu tahu saya.”

Selain dihubungi oknum polisi, Sobirin juga didatangi dua pria pada malam hari. Salah satu dari mereka mantan anggota TNI.

Mereka datang terkait pengoplosan BBM dan meminta Sobirin untuk berhenti memberitakan pengoplosan BBM.(*/iwa)

Tulis Komentar

News Feed