oleh

Penjagaan Markas Polisi dan Istana Diperketat

PASKA terjadi baku tembak antara terduga teroris dengan polisi di Mabes Polri, Jakarta, pada sore hari, Rabu (31/3). Markas besar bagi polisi se Indonesia itu diperketat.

Penjagaan ketat di Mabes Polri mulai terlihat sejak pukul 18.40 WIB. Akses pintu masuk utama ditutup. Bahkan, puluhan tim gegana beserta tiga mobil lapis baja pun disiagakan di depan pintu utama.

Awak media dan personel kepolisian dilarang keluar-masuk.

Rumah dinas Kapolri berjarak 1 kilometer dari gedung Badan Reserse Kriminal Mabes Polri tak luput dari penjagaan ketat. Sejumlah petugas tampaka bersiaga di luar rumah.

Sejumlah markas polisi di Pulau Jawa menaikkan level pengamanan. Pintu masuk Polda Metro Jaya di Jalan Gatot Subroto pada pukul 18.00 WIB dijaga puluhan personel menenteng senjata laras panjang.

Baca Juga :  Berawal Hibah dari Pemilik Tanah Hi. M Djamsari pada 1960

Penjagaan serupa juga diterapkan Polda Jawa Timur. “Jumlah personel di pos penjagaan ditambah,” ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko.

Begitu juga dengan kantor polisi di tiap kabupaten dan kota di Jawa Barat. “Tadi Pak Kapolda sudah memerintahkan untuk meningkatkan keamanan semua polres di Jawa Barat,” ujar Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Erdi A Chaniago Erdi.

Sementara Komandan Paspampres Mayjen TNI Agus Subiyanto menegaskan, pasukan pengamanan Presiden selalu siaga melakukan penjagaan di Istana Negara selama 24 jam penuh. Paspampres, kata dia, tidak pernah menganggap situasi dalam kondisi aman.

Pernyataan ini disampaikannya menanggapi insiden penembakan yang terjadi di Mabes Polri. “24 jam Paspampres siaga. Tidak pernah menganggap situasi aman,” ujar dia, Rabu (31/3).

Baca Juga :  Alami Luka Bakar saat Bermain Meriam Bambu, Bocah 7 Tahun Meninggal

Saat ditanya apakah akan ada pengetatan pengamanan, Agus hanya menjawab, pengamanan dilakukan secara berlapis untuk mengantisipasi munculnya ancaman.

“Personel, senjata, K9, kendaraan, panser, melaksanakan pengamanan berlapis. Antisipasi ancaman yang timbul,” ucapnya. (IWA)

Tulis Komentar

News Feed