oleh

Tebang Pilih Penertiban Tambang Illegal

BANDARLAMPUNG – Polda Lampung telah menutup tiga lokasi tambang illegal di Bandarlampung. Tapi itu tak cukup, sebab masih banyak tambang illegal lain yang masih beroperasi.

“Polda Lampung tebang pilih. Kenada dan ada apa?” cetus Ketua Forum Wartawan Hukum (Forwakum) Provinsi Lampung, Aan Ansori, Minggu (04/04/2021).

Diketahui, Polda telah menutup operasi perusahaan penambangan yang menggerus bukit di Campangraya yang dimiliki Ationg, Toha dan Endel.

Namun, Forwakum mengendus masih ada perusahaan tambang lain yang masih menggerus bukit itu, dan di lokasi lain di Jalan Jalan Soekarno Hatta, Jalan Ir Sutami, dan Jalan Tirtayasa Campang.

Perusahaan itu milik Hendro, Ahay, Eko, Hengky, Dasmoko dan Mulyadi. Mereka tampaknya tetap “perkasa” beroperasi terkesan kebal dari larangan tambang batu yang dikeluarkan Polda.

Baca Juga :  Perbup Tabrak UU Narkotika dan Pasal 17 KUHAP

Ansori meminta Polda menindak tegas semua pelaku penambangan batu illegal yang banyak beroperasi di Kota Bandarlampung.

“Polda harus tegas, adil dan tidak boleh tebang pilih,” tegasnya lagi.

Ansori juga mengritik Pemprov Lampung dan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Lampung yang dinilainya mulai kendur menyoal maraknya tambang illegal di Bandarlampung.

Diketahui, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi pernah berjanji akan menutup semua tambang illegal. Namun, janji itu tak disertai aksi tegas: menutup penambangan liar. (iwa)

Tulis Komentar

News Feed