oleh

Walhi: Tindak Saja, Polisi Tak Harus Menunggu Laporan Masyarakat

SEBELUMNYA, Direktur Walhi Lampung Irfan Tri Musri bersemangat mendorong adanya penegakan hukum terhadap tambang illegal di Bandarlampung. Wahli berpendapat, penegakkan hukum penting dilakukan
untuk menyelamatkan lingkungan hidup.

Walhi juga mengkritisi langkah Polda Lampung yang hanya menutup beberapa tambang di Bukit Campang atau kaki Gunung Sabah Balau itu.

Lebih dari itu, Direktur Ekskutf Walhi Lampung, Irfan Tri Musri juga meminta Polda melakukan penyelidikan hingga penyidikan terkait kelengkapan perizinan yang dimiliki pengelola tambang tersebut.

Menurut Irfan, siapa pun pelakunya, bila tidak memiliki dokumen harus ditindak karena sudah banyak merugikan warga dan menimbulkan dampak lingkungan hidup dan berpotensi menimbulkan bencana ekologis seperti longsor dan banjir.

Baca Juga :  Wagub Imbau Prokes di Tempat Publik Diperketat

Irfan berpendapat, penambangan liar yang merusak lingkungan dan merugikan warga, merupakan tindak pidana delik formil, bukan merupakan suatu tindak pidana delik laporan.

“Mestinya, Polda tak harus menunggu laporan masyarakat. Jadi, langsung tindak saja sesuai hukum yang berlaku,” kata dia.

Sebelumnya, Subdit IV Tindak Pidana Tertentu Ditreskrimsus Polda Lampung telah menyelidiki dugaan penambangan ilegal di Bukit Campang Raya, Sukabumi. Polda Lampung telah menutup dan memasang garis polisi di lokasi tambang pada Selasa, 16 Maret 2021. Penutupan dilakukan atas pertimbangan laporan dari Walhi Eksekutif Daerah Lampung.(iwa)

Tulis Komentar

News Feed