oleh

Repot, Mau Dibunuh Takut Kena Pasal

APA boleh buat, masyarakat hanya bisa berjaga-jaga dan menghalau beruang itu jika kedapatan masuk kampung.

Sebab, beruang yang diduga jenis beruang madu yang tersisa di hutan-hutan Lampung Barat itu termasuk hewan dilindungi sesuai Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya.

Alhasil, Ernawati hanya bisa mengimbau warganya untuk meningkatkan kewaspadaan. Warga yang melihat diminta segera melapor ke Babinsa atau Bhabinkabtibmas terdekat.

Selain itu, warga juga diminta melakukan penjagaan di zona rawan dekat hutan.

Serupa dengan amuk gajah dan serangan harimau, fenomena beruang masuk kampung juga disebabkan menyusutnya sumber makanan di kawasan Hutan Lindung Register 45B yang tepat berbatasan dengan kampung pemangku tersebut.

Baca Juga :  Sebanyak 205 UMKM di Lambar Ajukan BPUM

Berdasarkan catatan, beruang masuk kampung jarang terjadi. Berdasarkan catatan haluanlampung, penampakan kawanan beruang keluar dari habitatnya terjadi pada Agustus 2011 lalu.

Saat itu terlihat empat ekor beruang “jalan-jalan sore” di jalur lintas barat (Jalinbar) di Kecamatan Sukau, Lampung Barat.

Empat ekor beruang berukuran besar tersebut tiba-tiba datang dan berada di tengah jalan. Keberadaan satwa liar tersebut mengejutkan sebagian besar pengendara yang hendak melintas di jalan nasional tersebut. (IWA)

Tulis Komentar

News Feed