oleh

Panen, Petani Wortel Lambar Merugi

Lampung Barat — Menuai hasil panen hasil tanaman palawija sejatinya ditunggu oleh petani dengan harapan akan mendapat keuntungan. Namun itu tidak dirasakan Wandi petani wortel di Kelurahan Way Mengaku Balik Bukit, dirinya harus menerima kerugian lantas modal yang ia sertakan tidak berbalik.

“Enggak balik modal mas, ketimbang dibuang lebih baik dijual aja walaupun harga murah,” begitu seloroh Wandi saat ditemui haluanlampung.com di lahan garapannya, Rabu (14/4/2021).

Wandi pun menuturkan, lahan yang dia kelola seluas 2 rantai (40×40 meter) tersebut dihargai tengkulak/agen sayur dengan kisaran harga Rp.600 per kilogram.

“Sekarang harganya Rp.600 perkilo, kalo dihitung ya enggak sesuai mas, pupuk kandangnya aja udah 16 karung, belum pupuk lainnya, terlebih dari seluruh tanaman wortel saya ini setengahnya kurang baik,” keluh Wandi.

Lanjut wandi, murahnya harga jual wortel tersebut dikarenakan faktor banyak petani yang menanam sehingga berdampak terhadap nilai beli agen, “karena banyak yang menanam dan berdampak pada harga mas,” Imbuhnya.

Sementara itu, dilahan garapan wandi pun ditemui Kuro, selaku pekerja agen dimana tempat Wandi menjual hasil tanamannya.

Kuro menjelaskan, saat ini harga sayur mayur yang anjlok tidak hanya wortel, tapi itu terjadi pada semua komoditas,

“Iya mas ini lagi ngangkut hasil panenan pakde Wandi, emang murah sekarang, di agen saja sudah dicuci hanya dihargai Rp.800 per kilogram,” Pungkasnya. (Erwan/Rifa’i)

Tulis Komentar

News Feed