oleh

Aduh, Anggaran Media di Pringsewu Dipangkas 380 Juta

PRINGSEWU – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Pringsewu Pangkas anggaran media cetak, elektronik, dan online lebih kurang sebesar Rp380 juta untuk menutupi Surat Edaran (SE) dari Kementerian Keuangan Rebulik Indonesia.

Dalam surat edaran tersebut, setiap organisasi perangkat daerah (OPD) di Kabupaten setempat disarankan untuk merelokasikan anggaran belanja sebesar 8 (Delapan) Persen dari total anggaran yang dimiliki oleh setiap OPD.

“Dari Surat Edaran Kemenkeu tersebut, 8 Persen. Kemudian, ketika dalam penghitungan keseluruhan, semua OPD kena refocusing sekitar 15 persen dari total anggaran yang dimiliki OPD”,kata Arif Nugroho Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Pringsewu. Jumat, (16/04/2021).

Terkait informasi yang di dapatkan media ini, soal refocusing anggara yang meminta dari BPKAD, itu tidak ada.

Baca Juga :  AWPI Pringsewu Berbagi untuk Kaum Dhuafa

Menurut Arif Nugroho menjelaskan, relokasi atau refocusing anggaran tersebut, sudah melalui tahapan atas dasar surat edaran dari Kemenkeu. Itupun, bukan untuk sekala prioritas.

“Misalnya, Perjalanan dinas yang tidak penting, soal pengadaan ATK dll. Karena, BPKAD tidak menyarankan untuk memangkas keperluan yang dianggap sebagai prioritas”, ujarnya.

Kemudian, Arif Nugroho mantan Kadis Sosial menerangkan, dari jumlah anggaran yang dimiliki Diskominfo Pringsewu yang kena refocusing tidak begitu besar. Hanya sekitar Rp 380 juta.

“Nah, untuk mana aja yang di refocusing di Diskominfo kami dari BPKAD tidak tahu, karena, gak tahu urusan dapur orang lain. Yang jelas kena relokasi sebesar 15 persen”, ungkapnya.

Sebelum nya media ini , Kamis, 15 April 2021 mendapatkan penjelasan yang tidak masuk akal sehat. Penjelasan Kepala Diskominfo diluar akal nalar.

Baca Juga :  AWPI Pringsewu Berbagi untuk Kaum Dhuafa

Kenapa demikian, Pasalnya, anggaran yang dipangkas untuk relokasi penanganan Covid 19 itu hanya anggaran untuk media sebesar Rp 380 juta. Dari nilai tersebut, diduga tidak ada satupun anggaran ATK dan Perjalanan dinas yang di milik Diskominfo tidak ada satupun dipangkas untuk penanganan Covid 19 ada apa?

Menurut pengakuan Samsir Kasim, Kepala Diskominfo Kabupaten Pringsewu mengatakan relokasi anggaran penaggulangan Covid 19 dari semua mata anggaran yang dimiliki dinasnya.

Dari Anggaran sebesar Rp 1.778.728.875 adalah anggaran belanja hubungan kemasyarakatan dan kemitraan dengan komunitas.

Data yang di peroleh media ini, sebelum refocusing anggaran belanja media dengan rincian sebagai berikut.

Belanja Hibah sebesar Rp 300 juta, Belanja barang habis pakai sebesar Rp 13.608.875,- Kemudian, belanja jasa kantor sebesar Rp 1.465.120.000 yang diperuntukkan pembayaran.

Baca Juga :  AWPI Pringsewu Berbagi untuk Kaum Dhuafa

1. Jasa Iklan/Dokumentasi/Publikasi sebesar Rp 850.000.000.
2. Belanja langganan media online sebesar Rp 134.400.000.
3. Belanja langganan surat kabar sebesar Rp 450.720.000
4. Jasa belanja publikasi milik Diskominfo sebesar Rp 30.000.000.

Setalah adanya refocusing, anggaran belanja media mengalami penurunan drastis sebesar Rp 1.095.370.000.

“Dengan adanya refocusing anggaran, kami akan mengundang sejumlah organisasi profesi wartawan di Pringsewu, untuk duduk bareng soal adanya pemangkasan anggaran media”, tandasnya. (Her/DN)

Tulis Komentar

News Feed