oleh

PPKM Apaan, “Mbuh Nggak Ngerti! Pak Gub, Sosialisasi Dong…

 

“PPKM apaan. Mbuh enggak ngerti,” ujar seorang pegawai kelurahan di Telukbetung. Ketidaktahuan serupa sangat mungkin berlaku umum di sini.

HARI ini adalah hari kedua Perberlakukuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro tahap ke-enam. Provinsi Lampung bersama 24 provinsi lainnya ikut serta dalam kebijakan itu, sesuai Instruksi Mendagri No.9/2021. PPKM Mikro dimulai 20 April hingga 3 Mei 2021.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito meminta pemerintah daerah segera menindaklanjuti Instruksi mendagri tersebut dan berharap PPKM Mikro berjalan efektif.

“Saya meminta kepada pemerintah daerah untuk segera menindaklanjuti Inmendagri ini dan mengkoordinasikannya dengan pemangku kepentingan di wilayahnya masing-masing. Sehingga pemberlakukan PPKM Mikro dapat berjalan efektif dan mampu menekan kasus covid-19,” ujarnya.

Baca Juga :  Kabar Gembira: Shalat Id Boleh di Masjid

Masalahnya, meski sudah berlaku, sebagian besar masyarakat di Lampung tak mengerti PPKM itu apa. Kegiatan apa saja yang dibatasi, dan apa tujuannya?

“PPKM apaan. Mbuh enggak ngerti,” ujar seorang pegawai kelurahan di Telukbetung. Ketidaktahuan serupa sangat mungkin berlaku umum di sini.

PPKM Mikro adalah kependekan dari Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat berbasis mikro. Tujuannya untuk mengendalikan penularan Covid-19 yang tak jelas kapan akan berakhirnya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, PPKM Mikro adalah salah satu cara untuk mengendalikan Covid-19 di level terkecil, yakni RT/RW atau desa dan kelurahan. Oleh karenanya, dibutuhkan pembentukan posko atau pos jaga di tingkat desa dan kelurahan yang melakukan empat fungsi, pencegahan, penanganan, pembinaan, dan pendukung operasional penanganan Covid-19.

Baca Juga :  Fiyanti Tak Mungkin Sendiri

Haluanlampung mencoba untuk menelusuri Kota Bandarlampung, Selasa (19/04) kemarin dan menemukan fakta tak ada sosialisasi yang dilakukan Pemprov Lampung terkait perberlakuan PPKM ini.

Tak ada pemasangan spanduk atau selebaran terkait sosialisasi PPKM tersebut. Baleho-baleho besar di Kota Bandarlampung masih didominasi tampilan wajah-wajah pemimpin daerah.

Tak ada spanduk terkait perberlakuan PPKM di tempat-tempat publik. Tak ada perubahan sama sekali sejak PPKM diberlakukan kemarin.

Sejumlah RT yang sempat ditanyai soal PPKM juga mengaku tak mengerti.

“Mbuh, enggak ngerti,” kata mereka.

Selain itu, juga belum ada tanda-tanda kapan posko-posko jaga di kelurahan dan di tingkat RT didirikan. Bahkan, spanduk berisikan pesan untuk mematuhi protokol kesehatan kini malah jarang ditemukan.

Baca Juga :  Pesan Puan: Jangan Hambat Angkutan Logistik!

Begitu banyak orang yang ada di pasar, bebas-bebas saja, tak pakai masker. Begitu banyak orang yang lalu-lalang di pemukiman warga, juga tak memakai masker. Banyak juga yang memakai masker, tapi untuk menutupi dagunya. Ampun!

“Protokol kesehatan apaan. PPKM itu bansos ya,” ujar seorang emak-emak yang ditemui saat berbelanja di Pasar Gintung.(IWA)

Tulis Komentar

News Feed