oleh

Teliti Sebelum Membeli, Ini Beda Daging Sapi dengan Babi

SEPERTI biasa, setiap rumah tangga muslim menghidangkan menu rendang sapi untuk makanan saat lebaran. Namun, bukan bermaksud menakut-nakuti, sebaiknya berhati-hatilah membelinya, karena salah-salah yang dibeli dan dimasak bukan daging sapi, melainkan daging babi (celeng).

Badan Karantina Pertanian, Kementerian Pertanian menyebutkan, ada beberapa cara yang bisa dilakukan masyarakat untuk bisa membedakan daging babi dan daging sapi.

Berikut cara membedakannya:

1. Beda warna

Daging babi memiliki warna cenderung pucat keputihan, sementara daging sapi berwarna merah tua yang cerah.

2. Bau

Daging babi berbau amis dan lebih menyengat. Sementara, daging sapi baunya khas segar.

3. Serat daging

Serat daging babi lebih halus jika dibandingkan dengan daging sapi. Jika ingin melihat seratnya, bentangkan dan tarik sedikit dagingnya.

Baca Juga :  Kabar Gembira: Shalat Id Boleh di Masjid

4. Harga daging babi relatif lebih murah

Masyarakat juga diimbau untuk berhati-hati jika daging sapi yang dibeli harganya jauh di bawah rata-rata di pasaran. Ini karena pada dasarnya, harga daging sapi lebih mahal dibanding daging babi.

Melonjaknya permintaan daging saat bulan Ramadhan hingga Lebaran juga seringkali menjadi celah pedagang nakal untuk menggunakan formalin agar daging yang dijual tahan lama.

Untuk memastikan daging tak berformalin, beberapa hal ini bisa dilakukan oleh masyarakat yang hendak membeli daging.

Hal pertama yang bisa dilakukan adalah belilah daging di pasar, kios-kios atau lapak resmi agar terhindar dari bahaya daging berformalin.

Selain itu, perhatikan beberapa perbedaan antara daging segar dan berformalin yang bisa dilihat secara langsung oleh saat membeli daging.

Baca Juga :  Fiyanti Tak Mungkin Sendiri

Secara kasat mata, ciri fisik daging mengandung formalin yaitu ketika dipegang oleh tangan daging mengkerut, tekstur daging keras dan berbau kimia. (IWA)

Tulis Komentar

News Feed