oleh

Kabar Gembira: Shalat Id Boleh di Masjid

BANDARLAMPUNG – Forum Suara Masyarakat Lampung Cinta Kebenaran (FSMLCK) mengapresiasi Surat Edaran (SE) Gubernur Lampung yang mengizinkan malam takbiran di masjid atau musala serta Sholat Idul Fitri 1442 H di masjid atau lapangan serta penutupan sementara tempat wisata dan hiburan.

“Alhamdulillah, atas izin Allah Subhanahu wa ta’ala, Pemprov Lampung mengapresiasi petisi yang kami serahkan ke Pemprov Lampung,” ujar Humas FSMLCK) Ustadz Royan kepada wartawan saat menggelar konferensi pers di Masjid Falahuddin, Jl. Tamin No 45, Bandarlampung, Senin (10/4/2021).

Bersama Gunawan Pharikkesit, Ustadz Royan menyambut gembira surat edaran gubernur yang terbit Senin (10/5) tentang diizinkannya Shalat Id 1442 H di masjid dan lapangan serta ditutupnya tempat wisata per 13-16 Mei 2021.

Baca Juga :  KBM Tatap Muka Tunggu Zona Hijau: Kuning Belum Hijaunya Kapan?

“FSMLCK akan tetap memantau pelaksana SE, Jika masih terdapat larangan sholat Idul Fitri di Masjid dan masih adanya tempat wisata buka, kami akan melakukan class action,” Ujarnya.

Sementara itu Gubernur Lampung menghimbau Bupati beserta Wali Kota se-Provinsi Lampung untuk melakukan penutupan sementara tempat wisata dan hiburan di Provinsi Lampung. Dan mengizinkan malam takbiran di masjid atau musala serta Salat Idul Fitri 1442 H di masjid atau lapangan.

Keputusan tersebut berdasarkan Surat Edaran Gubernur Lampung, Nomor : 045.2/1806/V.20/2021 tentang Himbauan Penutupan Tempat Wisata atau Hiburan dan berdasarkan Surat Edaran instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 10 tahun 2021.

Dalam Surat Edaran tersebut, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi meminta agar para Bupati/Wali Kota se-Provinsi Lampung melakukan pengaturan pada tempat wisata dan hiburan dengan mengkoordinasikan pengusaha/pemilik/pengelola tempat wisata/hiburan untuk menutup/tidak melakukan kegiatan pada objek wisata/hiburan pada masa Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah mulai tanggal 13 sampai 16 Mei 2021.

Baca Juga :  Sorry Bro Nadiem Kami Masih Orange

Setelah tanggal 17 Mei 2021, tempat wisata atau hiburan dapat dibuka kembali dengan kapasitas maksimal 25 persen pengunjung dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Selain itu, Tim Satuan Tugas (Satgas) penanganan Covid-19 Kabupaten dan Kota harus melakukan pengawasan dan penegakan disiplin protokol kesehatan pada tempat wisata/hiburan di wilayah masing-masing dengan berpedoman pada Peraturan Daerah Provinsi Lampung Nomor 3 tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

Sebelumnya, FSMLCK menilai surat edaran kepala daerah ambigu: menyarankan salat id di rumah saja tapi mengizinkan tempat wisata buka saat libur lebaran.

FSMLCK menggelar petisi dan rencana akan melakukan class action atas kebijakan yang ambigu tersebut. Mereka menyerahkan surat petisi kepada Gubernur Arinal, Jumat (7/4).

Baca Juga :  Sorry Bro Nadiem Kami Masih Orange

Petisi diterima Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemerintah Provinsi (Pemrpov) Lampung Ria Andari, di Ruang Sekretaris Daerah (Sekda). (adein)

Tulis Komentar

News Feed