oleh

Gerakan ASN Membeli Beras Petani: Sinergi Pemkab Brebes dan Perum Bulog Pekalongan Untungkan Petani

MAKA…terselamatkanlah harga beras petani, ketika dua instrumen pemerintah bersinergi, yakni antara Perum Bulog Cabang Pekalongan dan Pemkab Brebes, Jawa Tengah, yang baru saja menandantangani kerjasama bisnis: Gerakan ASN membeli beras petani.

——–

Gerakan ini memastikan para berani di Brebes akan memperoleh harga yang lebih baik pada setiap musim pengadaan.  Bulog setempat siap mematok harga pembelian yang lebih “mantap” Rp8.500/kg atau Rp200 lebih tinggi dari Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp8.300 per kilogram.

Dan sisi lain, Pemkab Brebes siap membeli beras Bulog dan menyalurkannya ke Aparatur Sipil Negara (ASN) setempat.

Dengan demikian harga beras petani di Brebes menjadi sedikit terangkat. Sebaliknya kinerja penyerapan oleh Bulog dapat menjadi lebih baik.

Pemerintah Kabupaten Brebes meminta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungannya berkontribusi terhadap sektor pertanian di Kabupaten Brebes.

Teken MoU

ASN diminta membeli beras hasil panen padi petani Brebes melalui Perum Bulog. Bulog akan berusaha melakukan penyerapan gabah petani di Brebes.

Penegasan tersebut disampaikan Sekda Brebes Ir Djoko Gunawan MT pada acara Finalisasi dan Pematangan Penentuan Gapoktan Pelaksana Kerjasama (MoU) dengan Bulog di aula Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura
(DPTPH) setempat, Senin (10/5).

Baca Juga :  Rasa Senang tak terkira, Solikhin Dapat Bantuan Jamban

Ia menambahkan, dalam kerjasama ini nanti gabah petani akan diserap oleh Bulog. Kemudian dari gabah itu akan dijadikan beras yang kemudian beras itu akan didistribusikan kepada ASN. Langkah ini sebagai upaya bela beli produk
Kabupaten Brebes. Khususnya sektor pertanian dengan komoditas padi.

Sekda menandaskan, saat ini produksi padi di Kabupaten Brebes meningkat. Sehingga, Pemkab Brebes berupaya membantu para petani untuk serapan gabah. Terlebih kondisi ekonomi saat ini yang dihantam pandemi Covid-19, menyerap gabah petani merupakan upaya untuk pemulihan ekonomi.

“Kita harus membeli hasil panen para petani yang sebelumnya serapan gabah dilakukan oleh Bulog. Ini demi petani kita. Kita sudah melaksanakan MoU antara kelompok tani dengan Bulog dan Bulog dengan Pemkab Brebes,” lanjutnya.

Sekda juga mengajak potensi pertanian di Kabupaten Brebes khususnya komoditas padi agar dikelola bersama dengan sistem yang transparan.

Pihaknya juga berharap agar 9 ribu ASN di lingkungan Pemkab Brebes bisa berperan aktif dalam kerjasama ini. Ia juga meminta Bulog bisa menjamin beras dengan kualitas premium untuk ASN.

Baca Juga :  Vaksinasi Massal Oleh Polres Magelang Tembus 100 Ribu Orang

“ASN di lingkungan Pemkab Brebes itu ada kurang lebih 9 ribu orang. Kami berharap ASN kita bisa berperan aktif membantu petani kita,” tutur Sekda.

Gerakan ASN Membeli Beras Petani: Sinergi Pemkab Brebes dan Perum Bulog Pekalongan Untungkan Petani
KEPALA PERUM BULOG PEKALONGAN, HERISWAN

Teroboson Heriswan

Sementara itu, Kepala Bulog Cabang Pekalongan Heriswan menjelaskan selama ini pihaknya sudah melakukan penyerapan gabah petani di wilayah Karesidenan Pekalongan, termasuk Kabupaten Brebes.

Heriswan menambahkan, ada beberapa kategori Bulog bisa menyerap gabah petani lokal. Di antaranya seperti kadar air karena barang akan disimpan sangat lama di gudang.

“Gabah Brebes itu kadar airnya sampai 14 persen dan ini kadar air paling tinggi. Tapi untuk kualitasnya bagus. Kalau kadar air tinggi itu tidak bisa disimpan dalam waktu yang lama. Untuk mengantisipasi itu Bulog menggandeng pemerintah
kabupaten dengan tetap membeli padi petani walaupun kadar airnya melebihi yang kemudian akan dijual ke ASN,” ungkapnya.

Heriswan menegaskan, Bulog menjamin, dari gabah akan menghasilkan beras dengan kualitas premium. Pihaknya juga akan menjual dengan harga eceran tertinggi (HET) Rp 12.800 per kilogram. Sementara pihaknya akan menyerap gabah kering petani dengan harga Rp5.300 per kilogram.

Baca Juga :  Langkah Polri Berantas Pinjol Ilegal Diapresiasi Pakar Hukum Pidana

“Bulog akan menjual sesuai harga pasar. Jadi kami di sini orientasinya bukan mencari keuntungan. Tapi membantu pemerintah untuk serapan gabah petani lokal,” pungkas Heriswan.

Heriswan adalah sosok pejabat Bulog yang pernah menjabat Kabid Pelayanan Publik (PP) setelah sempat beberapa saat menjabat Kabid Pengadaan di Perum Bulog Cabang Lampung pada 2016 lalu.

Ia bersama Kadivre Perum Bulog Lampung saat itu, Dindin Syamsudin, mampu membukukan angka penyerapan 150 ribu ton beras. Itu adalah angka penyerapan tertinggi dalam sejarah pengadaan beras oleh Bulog di Provinsi Lampung.

Sinergi Perum Bulog dengan Pemkab Brebes adalah terobosan kedua yang telah dilakukan Heriswan. Sebelumnya, kerjasama serupa juga telah dirintisnya ketika menjadi Kepala Bulog Cabang Probolinggo. Rintisan itu masih tetap berjalan baik meski beliau pindah tugas ke Pekalongan.(iwa)

Tulis Komentar

News Feed