oleh

Bulog Pekalongan Teken Kerjasama Bisnis dengan Pemkab Brebes, Heriswan: Ini Kado Terindah HUT Bulog Ke-54

KEPALA Perum Bulog Cabang Pekalongan, Jawa Tengah, Heriswan kembali membuat terobosan baru menjalin bisnis dengan mitra kelompok tani dan Pemerintah Kabupaten Brebes terkait penyerapan gabah dan penyaluran beras.

Imbal balik dari kerjasama bisnis tersebut untuk memastikan para petani di Brebes memperoleh harga jual gabah/beras yang lebih baik, hingga di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP).

Menurut Kepala Cabang Bulog Pekalongan, Heriswan, pihaknya baru menandatangani kerjasama dengan Gabungan Kelompok Tani dan Pemkab Brebes terkait penyerapan dan penyaluran.

Ia menjelaskan, kerjasama tersebut didorong keinginan Pemkab Brebes untuk mensejahterakan petani dengan perolehan harga yang lebih baik.

“Kami memberi apresiasi yang tinggi pada Pemkab Brebes, dan kami pastikan kerjasama ini menjadi jalan keluar terbaik bagi petani di sini,” kata Heriswan, saat ditemui di Kantor Perum Buloh di Pekalongan, Selasa (11/05).

Ia menyebut sinergi antara Pemkab Brebes dan Bulog ini adalah kado paling spesial perayaan Ulang Tahun Perum Bulog ke-54.

“Semoga ini menjadi kado terindah perayaan Ultah Bulog ke-54 di masa pandemi,” ujar Heriswan.

Teknis Kerjasama

Kerjasama ini memberi memberi keleluasaan kepada Bulog Pekalongan untuk membeli gabah/beras petani dengan harga lebih tinggi dari harga pembelian pemerintah.

Imbalannya, Bulog memperoleh kesempatan menyalurkan beras premium sangat layak konsumsi kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di kabupaten itu.

Baca Juga :  Serda Juliansyah Terus monitoring posko PPKM Mikro Di Desa Sungai Mata-mata

“Ini adalah kerjasama bisnis yang saling menguntungkan, utamanya untuk kesejahteraan petani di sini. Dan ini bisa menjadi model kerjasama yang me-nasional. Sebelumnya, kami juga telah melakukan kerjasama serupa dengan Pemkab Probolinggo,” jelas Heriswan.

Pemkab Brebes menyebut kegiatan ini sebagai “Gerakan ASN Membeli Beras Petani“.

Gerakan ini untuk memastikan para berani di Brebes memperoleh harga yang lebih baik pada setiap musim pengadaan.

Bulog setempat siap mematok harga pembelian yang lebih “mantap” Rp8.500/kg atau Rp200 lebih tinggi dari Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp8.300 per kilogram.

Dan sisi lain, Pemkab Brebes siap membeli beras Bulog dan menyalurkannya ke Aparatur Sipil Negara (ASN) setempat.

Dengan demikian harga beras petani di Brebes menjadi sedikit terangkat. Sebaliknya kinerja penyerapan oleh Bulog dapat menjadi lebih baik.

Pemerintah Kabupaten Brebes meminta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungannya berkontribusi terhadap sektor pertanian di Kabupaten Brebes.

Sekretaris Daerah Kabupaten Brebes Ir Djoko Gunawan MT pada acara Finalisasi dan Pematangan Penentuan Gapoktan Pelaksana Kerjasama (MoU) dengan Bulog di aula Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH), Senin (10/5) mengatakan nantinya gabah petani akan diserap oleh Bulog, kemudian gabah akan dijadikan beras, lalu didistribusikan kepada ASN.

Baca Juga :  Panglima TNI dan Kapolri Instruksikan Perkuat Pos PPKM Mikro di Lamongan

“Kita semua (ASN) harus menyelamatkan hasil panen para petani dengan harga yang lebih baik. Dan kami meyakini, kerjasama dengan Bulog ini adalah terobosan yang dapat menyelesaikan persoalan rendahnya harga gabah di sini,” katanya.

Ia memastikan 9 ribu ASN di lingkungan Pemkab Brebes akan membeli beras premium yang disalurkan Bulog.

“ASN di lingkungan Pemkab Brebes itu ada kurang lebih 9 ribu orang. Kami berharap ASN kita bisa berperan aktif membantu petani kita,” tutur Sekda.

Lakukan Penyerapan

Kepala Bulog Cabang Pekalongan Heriswan menjelaskan selama ini pihaknya sudah melakukan penyerapan gabah petani di wilayah Karesidenan Pekalongan, termasuk Kabupaten Brebes.

Heriswan menambahkan, penyerapan gabah oleh Bulog mengacu pada persyaratan mutu yang diatur pemerintah, seperti kadar broken dan menir.

“Kondisi gabah di Brebes kadar airnya rata-rata masih 14 persen, ini masih tinggi, tapi kualitasnya bagus. Kalau kadar air sebesar ituu tidak bisa disimpan dalam waktu yang lama. Untuk mengantisipasi itu Bulog menggandeng pemerintah
kabupaten dengan tetap membeli padi petani walaupun kadar airnya melebihi yang kemudian akan dijual ke ASN,” ungkapnya.

Baca Juga :  Melalui Senam Bersama, Persit KCK Cabang XLVII Kodim 1203 Jaga Solidaritas

Heriswan menegaskan, Bulog menjamin, dari gabah akan menghasilkan beras dengan kualitas premium. Pihaknya juga akan menjual dengan harga eceran tertinggi (HET) Rp 12.800 per kilogram. Sementara pihaknya akan menyerap gabah kering petani dengan harga Rp5.300 per kilogram.

“Bulog akan menjual sesuai harga pasar. Jadi kami di sini orientasinya bukan mencari keuntungan. Tapi membantu pemerintah untuk serapan gabah petani lokal,” pungkas Heriswan.

Heriswan adalah sosok pejabat Bulog yang pernah menjabat Kabid Pelayanan Publik (PP) setelah sempat beberapa saat menjabat Kabid Pengadaan di Perum Bulog Cabang Lampung pada 2016 lalu.

Ia bersama Kadivre Perum Bulog Lampung saat itu, Dindin Syamsudin, mampu membukukan angka penyerapan 150 ribu ton beras. Itu adalah angka penyerapan tertinggi dalam sejarah pengadaan bers oleh Bulog di Provinsi Lampung.

Sinergi Perum Bulog dengan Pemkab Brebes adalah terobosan kedua yang telah dilakukan Heriswan. Sebelumnya, kerjasama serupa juga telah dirintisnya ketika menjadi Kepala Bulog Cabang Probolinggo. Rintisan itu telah berjalan baik meski beliau pindah tugas ke Pekalongan.(iwa)

 

 

Tulis Komentar

News Feed