oleh

ATM Ditahan E-Warung, Belanja Lebih Mahal, Parahnya Dinsos Pringsewu Ga Paham BPNT

Pringsewu–Sejumlah keluarga Penerima Manfaat (KPM) Pekon Tulung Agung, kecamatan Gading Rejo, Kabupaten Pringsewu mengadu terkait program Bantuan Pagan Non Tunai (BPNT), pasalnya bantuan yang di terima berupa sembako, tidak sesuai dengan harga pasaran.

Kedatangan sejumlah masyarakat KPM ke Dinas Sosial, karena dicurigai adanya permainan pihak E-warung dengan pihak suplayer, dalam penyaluran BPNT yang di berikan tidak sesuai harga pasaran (mahal) dan tidak transparan.

Masyarakat KPM menuntut adanya selisih harga yang cukup signifikan dari harga pasaran, kenapa belanja di E-warung lebih tinggi dari belanja di pasaran, dengan nilai bantuan Rp200 ribu kami berbelanja tidak pernah di berikan struk pembelian pada saat mengambil sembako, kan tidak ada transparan atas bantuan KPM dari Pemerintah, Ungkap Sumiati warga Tulung Agung Penerima KPM kepada wartawan di Kantor Dinsos, senin (19/07/2021).

” Maka Kami (KPM -red) mengadu ke Dinas Sosial, meminta agar bantuan (BPNT) yang melalui E-warung harus sesuai harga pasaran ,selisih dari harga pasaran berkisar Rp40 ribu rupiah dari nilai bantuan sebesar Rp 200ribu rupiah dapat di ungkap .”Kata Sumiati.

Baca Juga :  Waduh Loket Pemutihan Jam 2 Sudah Tutup

Parah lagi kata Sumiati yang mewakili rekan KPM di pekon Tulung agung, mengaku sejak satu tahun yang lalu ,pihaknya tidak pernah menerima ATM (rekning) bantuan BPNT, semua ATM di pegang oleh pihak E-warung dan anehnya lagi tidak ada struk rincian belanja di berikan kepada kami, semua hanya terima sembako dari E-warung itupun sampai di rapel tiga bulan.

“Semua penerima bantuan (BPNT-red) tidak ada yang pegang rekening ,semua lansung di kondisikan oleh E-warung,struknya pun kami tidak tau, belanja di E-warung tidak sesuai harga di pasaran, yang jelas terlalu mahal ,” maka kami mengadu ke Dinas Sosial,” jelas Sumiati

Sementara itu pihak Dinas Sosial, terkait gonjang ganjing Bantuan Bangan Non Tunai (BPNT), dan keluhan masyarakat Tulung agung, sebagai keluarga penerima manfaat (KPM), berjanji akan segera menindak lanjuti, juga kroscek kelokasi (E-warung) apakah benar kejadian seperti yang di utarakan pihak penerima bantuan, kalau ada selisih harga nanti kita tanyakan ke E-warung juga pihak suplayer, semua keluhan akan kita tidak lanjuti, Kata sekretaris Dinas Sosial Pringsewu, Tri Darmanto di dampingi Sugeng Kabib pengetasan kemiskinan saat di Kompermasi haluan Lampung.com di depan kantor dinas setempat Senen (19/7/21)

Baca Juga :  Pelantikan Pengurus AWPI Lampung, Gubernur Arinal Terkonfirmasi Hadir

“Kami akan tidak lanjuti ,semua keluhan masarakat penerima bantuan BPNT ,kita kroscek kelapangan terutama pada E-warung, apakah harga yang dikeluhkan KPM, tidak sesuai dengan harga di pasaran, nanti kita turun,” Janji Tri Darmanto

Saat di singgung berapa jumlah penerima KPM, yang ada gading Rejo, juga siapa pihak suplayer yang menyuplai bahan sembako di kecamatan gading Rejo, pihak Dinas Sosial mengaku tidak mengetahui Dangan dalih suplayernya gonta ganti, untuk KPM nya kami belum tau berapa jumlahnya, juga suplayer suka ganti ganti, kami juga tidak paham, untuk tahun ini saja sudah tiga kali ganti suplayer, ucap sugeng seraya tersipu malu.

Perlu diketahui, untuk sembako ,dari bantuan pagan non tunai (BPNT) yang di terima di kecamatan gading Rejo , Setiap KPM hanya di berikan sembako berupa beras 15kg,telor ayam 10 butir, kacang ijo setengah kg dan buah pir tiga buah .(her)

Tulis Komentar

News Feed