oleh

Komnas PA Lampung Kawal Kasus Cabul Kakam Edi Marjoko

BANDARLAMPUNG – Komisi Nasional (Komnas) Perlindulangan Anak (PA) Provinsi Lampung terus mengawal kasus pencabulan anak dibawah umur yang diduga dilakukan Edi Marjoko kepala Kamp u n g ( k a k a m ) Mahabang, Kecamatan Dente Teladas, Kabupaten Tulang Bawang (Tuba), hingga ke proses pengadilan.

Seketaris Komnas Ham PA Lampung Wahyu mengatakan terus mengawal perkara pencabulan anak dibawah umur yang dilakukan Kakam Mahabang Kecamatan Dente Teladas, Tuba, mengingat korban asusila dialami dua korban anak di bawah umur.

”Sajuh ini kami masih menunggu proses hokum yang dilakukan Polres Tuba, tentunya Komnas Ham PA Lampung terus mengawal kasus cabul kakam tersebut,” ungkap Wahyu, Minggu (18/7/2021).

Wahyu mengaku sangat mendukung upaya Polres Tuba dalam penegakan hukum perkara cabul kakam tersebut, namun dibutuhkan profesional dalam pengungkapan kasus cabul tersebut, untuk  mengetahui apakah kedua korban anak di bawah umur tersebut menjadi korban eksploitasi anak atau tidak.

”Kami tentu sangat mendukung penegakan hokum cabul tersebut, semestinya Polres Tuba memangil kedua korban untuk dimintai keterangan untuk mendalami dan apakah kedua korban juga memenuhui unsur menjadi korban perdagangan anak atau tidak,” ungkap Wahyu.

Baca Juga :  Polisi Kabulkan Penangguhan Terduga Pelaku Cabul Kakam Mahabang, Komnas PA Lampung Geram

Wahyu mengharapkan Polres Tuba dapat secepatnya menuntaskan kasus Cabul Kakam tersebut, untuk memberikan efek jera bagi pelaku yang dapat di jerat dengan UU perlindungan dan  kekerasan terhadap anak di bawah umur.

“Pelaku harus dihukum seberat-beratnya,karena perbuatan asusila yang dilakukan Kakam  tersebut telah menghancurkan masa depan kedua korban anak di bawah umur, pelaku harus dikenakan UU Perlindungan anak.

Sementara diberitakan sebelumnya, Unit Reskrim PPA Polres Tulang Bawang (Tuba) masih merampungkan pemberkasan perkara dugaan pencabulan yang dilakukan oknum kepala Kampung (Kakam) Mahabang, Kecamatan Dente Teladas, Kabupaten Tuba berinisial Edi Marjoko, yang sempat ditahan atas dugaan mencabuli dua anak di bawah umur, untuk segera dilimpahkan menjalani proses persidangan.

“Proses hukum perkara pencabulan yang dilakukan tersangka berinisial EM oknum Kakam Mahabang, Kecamatan Dente Teladas, Kabupaten Tuba masih dirampungkan,” kata Kanit Reskrim PPA Fachry, mendampingi Kasat Reskrim Polres Tuba AKP Sandy Galih Putra, Rabu (14/7/2021).

Baca Juga :  Diduga Peras Sopir Truk, Pemuda Terbangi Diamankan Tekab 308 Polres Lamteng

Fachry menyatakan, untuk merampungkan porses hukum perkara pencabulan tentunya sudah memanggil sejumlah saksi untuk dimintai keterangan serta mengumpulkan barang bukti, selanjutnya akan digelar perkara untuk menentukan pasal-pasal yang dapat menjerat dalam UU Perlindungan anak dibawah umur.

”Untuk memenuhi unsur perbuatan melawan hukum tentunya kita sudah memanggil sejumlah saksi dan mengumpulkan bukti-bukti, dan saat ini kakam cabul masih ditahan,” ujar Fachri.

Diketahui terungkap kasus pencabulan anak di bawah umur berdasarkan laporan istri Kakam tersebut ke Polsek Dente Teladas, terkait adanya perselingkuhan yang sering dilakukan suaminya dengan dua anak dibawah umur yakni berinisial ML (15) warga Sungai Nibung Dusun 5 dan yang kedua RN (16) warga Bratasena.

Setelah mendapatkan laporan terjadinya dugaan pencabulan anak dibawah umur, dengan sigap Kapolsek Dente Teladas langsung mengamankan Kakam tersebut yang sedang memadu kasih di rumah makan. Kemudian Malam kamis (8/7) sekitar pukul 19.53 WIB, Oknum Kakam tiba di Polres Tulangbawang, yang kemudian istri dan anak tersangka datang untuk memastikan proses hukum yang sedang berjalan.

Baca Juga :  Alamak...!!! Driver Ojol Tak Kuat Bayar Kredit, Buat Laporan Palsu, Akhirnya Ditangkap

Selain itu kasus pencabulan anak dibawah umur yang melibatkan oknum Kakam tersebut mendapati sorotan ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Forum Rakyat Tulangbawang (Fortuba) Andika yang langsung memberikan Apresiasi kepada Polres Tulangbawang yang telah begerak cepat mengamankan oknum Kakam Mahabang, Kecamatan Dente Teladas, Tuba. Andika menyatakan, kasus tersebut merupakan pelajaran untuk kepala kampung karena perbuatan asusila adalah perbuatan yang tidak terpuji dan tidak pantas dilakukan oleh kepala kampung, apa lagi seorang pejabat bagi warganya.

“Seharusnya memberikan contoh yang mulia, baik dan mengayomi masyarakat nya dengan rendah hati,” tungkasnya. (Adien/red)

Tulis Komentar

News Feed