oleh

Lumpuh Sejak Lahir, Bocah 6 Tahun di Tubaba Butuh Uluran Tangan

Tulangbawang Barat – Perjuangan Rohman alias Pendi, sebagai seorang ayah agar anak semata wayangnya Sakila bocah 6 tahun yang menderita cacat lumpuh semenjak lahir, meski tanpa di dampingi seorang Istri, karena istrinya setelah melahirkan Sakila Lestari sekirar satu minggu langsung meninggal dunia.

Tidak kenal lelah Rohman yang beralamatkan di Daya Sakti Dusun 2 RT 6 Kecamatan Tumi Jajar, Kabupaten Tubaba ini mengobati anaknya sampai kemana – mana, bahkan sampai menjual rumahnya untuk pengobatan anaknya, namun belum juga sembuh.Dan sekarang Rahman hanya bisa pasrah dan berharap agar Pemkab Tubaba melalui Dinas terkait bisa membantu untuk pengobatan anaknya Sakila agar bisa sehat, karena dia sudah tidak punya apa – apa lagi sedangkan dia ingin sekali tetap mengobati anaknya.

Hal ini di jelaskan oleh Rohman saat di datangi wartawan di kediamannya pada hari Sabtu (24/7/202).

“Iya Pak, anak saya ini lahir 6 tahun lalu, ibunya setelah melahirkan meninggal dunia.Anak saya lahir dalam keadaan cacat buta dan lumpuh sampai sekarang. Saya sudah berjuang kemana – mana untuk mengobati anak saya, sampai saya jual rumah dan Pekarangan demi kesembuhan anak saya Sakila, namun belum sembuh sampai sekarang,” tutur pak Rahman alias Pendi.

Lanjut pak Rohman, “Saya sangat berharap uluran tangan dari Pemerintah kabupaten Tulangbawang Barat melalui Dinas terkait agar kiranya dapat membantu pengobatan anak Saya Sakila, kaerna kami sudah gak punya apa – apa lagi, Saya mengobati anak saya tidak pakai BPJS, sekarang saya kerja serabutan dan kami sekarang tinggal di rumah mertua saya, neneknya Sakila.Dan mertua Sayalah yang selama ini membantu saya ngurusin Sakila,” jelas Rohman

Saat ditanya apakah ada bantuan dari Tiyuh, seperti BLT arau yang lainnya, Rohman mengatakan tidak pernah mendapatkan bantuan apa – apa.

“Kalau masalah bantuan dari Tiyuh, selama ini kami tidak dapat bantuan apa-apa pak, baik itu BLT atau apa aha Mas,” jelas Pak Rohman.

Ditempat yang sama karena kebetulan saat saat itu ada kader Posyandu Tiyuh Daya Sakti yang bernama Suryati mengatakan. “selama ini kami dari kader Posyandu tetap selalu memantau perkembangan Sakila, hanya itu yang kami lakukan,’ tutur Suryati. (Tamrin)

Tulis Komentar

News Feed