oleh

Meski Jumlah Pasien Menurun, Stok Oksigen di RSDAU Masih Jadi Kendala

LAMPUNG BARAT – Menurunnya jumlah pasien susfec maupun terkonfirmasi Coronavirus Disease 2019 di RSDAU merupakan kabar gembira bagi masyarakat Lampung Barat (Lambar). Kendati demikian, persedian oksigen masih menjadi kendala. Sehingga pihaknya ragu untuk kembali menerima pasien rujukan dari masing-masing Puskesmas.

Hal itu disampaikan Direktur RSDAU, dr. Iman Hendarman, menurutnya stok oksigen yang ada tidak cukup bila kembali menerima pasien dari sejumlah Puskesmas.

“Bulan Juli lalu saja jumlah pasien Covid-19 yang dilakukan perawatan di ruang isolasi beberapa kali berada di angka maksimal mencapai 29-30 orang pasien, namun saat ini jumlah pasien tinggal 19 orang lagi dan sebagian besar telah pulang setelah dinyatakan sehat,” jelasnya, Rabu (4/8/2021).

Baca Juga :  Selang Sehari, Dua Warga Lambar Tewas Gantung Diri

Karena kata dr. Iman Hendarman, 19 pasien yang sedang menjalani isolasi di Rumah Sakit plat merah tersebut, kebutuhan oksigennya pasien pun terbilang sangat tinggi, sementara terdapat enam pasien tunggu (waiting list) di sejumlah puskesmas setempat.

“Mengingat untuk 19 pasien yang kami rawat saat ini bergejala berat, dan membutuhkan hingga tiga tabung oksigen perharinya, sehingga dengan alasan itu kami masih ragu untuk menambah jumlah pasien lagi, karena persediaan oksigen,” paparnya.

Iman melanjutkan, perihal pemenuhan kebutuhan oksigen, dirinya pun mengatakan sempat terkendala karena terjadinya antrean panjang di tempat pembelian di Lampung Tengah.

Dengan masalah tersebut, pihaknya harus meminjam oksigen konsentrator dari puskesmas agar kebutuhan oksigen pasien Covid-19 yang sedang dirawat bisa tetap terpenuhi.

Baca Juga :  Kemenag Lampung Launching SIKAT, Maryan Hasan : Bagian Dari Transformasi Digital

“Ketika memang nantinya persediaan oksigen memungkinkan maka pasien waiting list yang sedang dirawat di puskesmas saat ini bisa kembali dirujuk dan kami lakukan penanganan,” bebernya.

Lebih lanjut dikatakan dr. Iman, untuk 19 pasien yang dirawat saat ini rata-rata memiliki gejala berat dengan komorbid hipertensi, gagal jantung, diabetes, dan penyakit lainnya.

“Penanganannya dilakukan dengan maksimal dan diharapkan semoga para pasien ini bisa kembali pulih seperti sediakala,” tukasnya.

(Erw/Fai)

Tulis Komentar

News Feed