oleh

Oknum Polhut Disinyalir Pungli Petani Kopi Suka Mulya

Lampungutara-Diduga telah terjadi perbuatan tindak pidana pemerasan , kepada warga masyarakat petani Kopi yang dilakukan oknum Polisi Kehutanan (Polhut) dengan inisial Adk-Cs yang bekerja sama dengan oknum Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) insial End.

Menurut keterangan para korban dugaan pemerasan tersebut terjadi pada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Karya Baru , tepatnya di Desa Suka Mulya , Kecamatan Tanjung Raja , Kabupaten Lampung Utara , Provinsi Lampung pada hari  Selasa, (3/8/2021).

Kejadian awal bermula ketika oknum tersebut meminta uang secara paksa sebesar Rp. 5.000.000,- (lima juta rupiah) dengan modus denda karena korban membersihkan semak belukar untuk lahan menanam kopi. Padahal lahan tersebut merupakan lokasi  yang masuk dalam Surat Keputusan (SK) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sesuai dengan Nomor : SK.66 34 /MENHK – PSKL /PKPS /PSL.0/ 12/ 2017  dam sudah memiliki izin Usaha Pemanfaatan Hutan Kemasyarakatan.

Baca Juga :  Oknum Ketua DPRD Lampura Diduga Tinju Wartawan

Peristiwa pemerasan seperti ini bukan hanya satu atau dua kali saja, tapi sudah kerap terjadi bertahun-tahun para oknum melakukan menindas dan memeras Kelompok Tani Gapoktan Karya Baru. Nominal pemerasan yang dilakukan oknum tersebut bervariasi  mulai dari 1 juta rupiah hingga 8 juta rupiah.

A.S salah satu korban merasa telah dirugikan dengan perbuatan yang dilakukan oknum-oknum tersebut.

“Bila tidak memberikan uang dimaksud kapada mereka , saya diancam akan di usir dan gubuk saya hendak dibakar oleh oknum Polhut-Cs. Dengan rasa takut terpaksa harus saya berikan uang sesuai dengan yang mereka minta secara tunai, yang di saksikan oleh beberapa orang” katanya.

Senada dikatatakan So  yang pernah juga didenda oleh oknum Polhut karena memelihara kambing.
“Adk-Cs memeras saya untuk dimintai uang sebesar Rp. 7.500.000,-(tujuh juta lima ratus ribu rupiah) dengan 1 satu Kambing Bandot. Saya juga sempat dipukul oleh seorang oknum inisial “End” Ketua Gapoktan, tiga kali muka saya ditonjok ,” jelasnya.

Baca Juga :  Ketua AWPI Lampung Utara dukung Yoni Aliestiadi maju sebagai Ketua DPD AWPI Provinsi Lampung

Korban-korban lainya yang juga merasa  telah di peras oleh Oknum Polhut Adk-Cs dengan alasan yang berbeda-beda ada yang dilarang untuk memakai Turbin. Salah satu mesin untuk menggerakkan air ke Generator yang dapat mengkonversi energi potensial cara kerja PLTA supaya dapat efektif.

Sementara itu, Ketua Gapoktan Karya Baru Iwan, saat dikonfirmasi terkait dengan peristiwa yang dialami oleh Kelompok Tani, membenarkan telah terjadi dan patut diduga sudah melakukan satu perbuatan melawan hukum dan penyalahgunaan wewenang.

“Maka dari peristiwa ini juga saya tidak akan tinggal diam dan akan saya lanjutkan pada proses hukum, kalau memang saya nantinya dibutuhkan untuk melaporkan ke Kepolisian saya siap,” kata Iwan.

Baca Juga :  Catatkan Sejarah UMKM Indonesia, BRI Resmi Menjadi Induk Holding BUMN Ultra Mikro

“Oleh sebab itu masalah ini mau  saya akan lanjutkan pada proses hukum ,” lanjutnya.

Ia Berharap Menteri Kehutanan RI dan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung untuk dapat menindak tegas, ulah dari para oknum Polhut yang bertugas di hutan kawasan Register 34 Kecamatan Tanjung Raja.

“Khususnya kami meminta Kapolres Lampung Utara dan jajarannya untuk dapat mengusut atas peristiwa dugaan pemerasan yang diduga dilakukan dengan sengaja oleh oknum Polhut Adk-Cs dan Oknum Gapoktan Insial End kepada Gapoktan Karya Baru.” tutupnya

Sampai berita ini diterbitkan oknum yang bersangkutan belum dapat dikonfirmasi. (*)

Tulis Komentar

News Feed