oleh

Penumpang Keluhkan Fasilitas WC Umum Terminal Rajabasa Tak Layak Pakai

Bandarlampung-Fasilitas toilet atau WC di tempat-tempat transportasi umum seperti terminal, bandara dan stasiun adalah komponen yang sangat penting bagi pengguna moda transportasi umum.

Namun amat disayangkan saat ini kondisi toilet umum di Terminal Induk Rajabasa dikeluhkan penumpang. Pasalnya keadaan toilet itu sangat kecil, lembab, berbau dan kotor.

  1. Wina (34) warga asal Bandarlampung yang ingin ke Pulau Jawa untuk mengadu nasib memberikan komentar atas ketidaknyamanannya dalam menggunakan toilet di terminal Rajabasa ini.
    “toiletnya lembab bau lagi, harusnya toilet ini yang sangat diutamakan, ini penting apalagi orang-orang yang datang dari jauh” katanya kepada haluanlampung.com, Rabu (04/08/2021).

Sementara Vito (27) warga yang ingin pulang ke kampung halamannya di Kota Agung merasakan hal yang sama, ia menyebut toilet umum tersebut tak layak dipakai.
“Saya tak jadi ke toilet, ini tidak layak pakai, lembab kecil dan bau, belum lagi harus bayar 3000, semoga nanti dibagusin lagi jadi penumpang pada nyaman” Katanya sambil tertawa menyebutkan nomilnal angka yang harus dibayar ketika menggunakan toilet tersebut.

Mengutip dari Buku Standar Toilet Umum Indonesia oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata 2019, toilet umum harus dirancang khusus lengkap dengan kloset, persediaan air dan perlengkapan lain yang bersih, aman dan higienis dimana masyarakat di tempat-tempat domestik, komersial maupun publik dapat membuang hajat serta memenuh kebutuhan fisik, sosial dan psikologis lainnya.

Toilet adalah fasilitas sanitasi untuk tempat buang air besar dan kecil, tempat cuci tangan dan muka. Umum adalah tidak menyangkut yang khusus (semuanya) secara menyeluruh. Toilet Umum adalah fasilitas sanitasi yang mengakomodasi kebutuhan membuang hajat yang digunakan oleh masyarakat umum, tanpa membedakan usia maupun jenis kelamin dari pengguna tersebut.

Persyaratan Ruang Toilet Umum adalah:
1. Ruang untuk buang air besar (WC) : P = 80-90 cm, L = 150-160 cm, T = 220-240 cm
2. Ruang untuk buang air kecil (Urinoir) : L = 70-80 cm, T = 40-45 cm

Serta unsur-unsur yang harus diperhatikan dalam pembuatan toilet umum yaitu

Sirkulasi Udara :
Mempunyai kelembaban 40 – 50 %, dengan taraf pergantian udara yang baik yaitu mencapai angka 15 air-change per jam (dengan suhu normal toilet 20-27 derajat celcius)

Pencahayaan :
Sistem pencahayaan toilet umum dapat menggunakan pencahayaan alami dan pencahayaan buatan. Iluminasi standar 100 – 200 lux.

Konstruksi Bangunan :
1. Lantai, kemiringan minimum lantai 1 % dari panjang atau lebar lantai.
2. Dinding, ubin keramik yang dipasang sebagai pelapis dinding, gysum tahan air atau bata dengan lapisan tahan air.
3. Langit-langit, terbuat dari lembaran yang cukup kaku dan rangka yang kuat sehingga memudahkan perawatan dan tidak kotor.

Sangat jelas kondisi toilet umum di Teriminal Induk Rajabasa saat ini jauh dari kata layak jika menurut Buku yang diluncurkan tahun 2019 itu.
(Sela)

Tulis Komentar
Baca Juga :  Pendaftaran Calon Ketua DPD AWPI Lampung Diperpanjang

News Feed