oleh

Kadishut Sebut Dugaan Kekerasan Hanya Manusiawi

Dinas Kehutanan Segera Panggil Oknum Polhut dan Gapoktan Dugaan Pungli Dan Kekerasan

Bandarlampung – Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung Yayan Ruchyansyah soroti permasalahan
dugaan pemerasan dan penganiayaan yang dilakukan oknum Polisi Kehutanan (Polhut) dengan inisial
Adk-Cs bekerja sama dengan oknum Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) insial End, yang
dialami Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Karya Baru , tepatnya di Desa Suka Mulya , Kecamatan
Tanjung Raja , Kabupaten Lampung Utara pada Selasa lalu (03/08/2021).
Yayan Ruchyansyah mengungkapkan bahwa pihaknya tidak tahu adanya kejadian tersebut, Ia menilai ada beberapa kemungkinan terjadi di lapangan seperti itu karena ada kesalahan dari para petani yang
menyebabkan petani terkena sanksi sesuai dari AD/ART Kelompok masing-masing.

Baca Juga :  Ketua AWPI Kota Metro Maju Sebagai Calon Ketua DPD AWPI Provinsi Lampung

“yang jelas pasti tidak mungkin pasti ada asap kalau tidak ada api, jd tentu saja petugas melakukan itu
karena ada penyebabnya, nah penyebabnya itu apa kita hrs telusuri betul penyebabnya itu apa, yg jelas
pasti ada sesuatuyg menyebabkan mereka melakukan itu” paparnya saat ditemui di ruang kerjanya,
Kamis (05/08/2021)

Terkait dengan dugaan penganiayaan Ia mengatakan bahwa setiap orang mempunyai tingkat emosinya
masing-masing karena ia belum tahu persis kejadian tersebut.
“Ini manusiawi saja, emosi bisa muncul karena ada pertentangan, ditegur kemudian melawan atau
memang style saja, bisa jadi kan ada orang yang stylenya begitu”.
Karena minimnya informasi kejadian tersebu, Dinas Kehutanan akan memanggil oknum-oknum tersebut
untuk klarifikasi lebih jelas lagi.

Baca Juga :  Ketum HAJ Buka Musda II AWPI Lampung

Sementara itu, Zulhaidir Kepala Bidang Perlindungan dan Konservasi Hutan pada Dinas Kehutanan
Provinsi Lampung akan segera menjadwalkan pemanggilan oknum-oknum yang bersangkutan.
“Jadi sesuai arahan pak kadis kita sudah berencana memanggil yang bersangkutan, kita juga akan turun
ke lapangan kita harus cari bukti-bukti, jadwal pemanggilan secepatnya.” tutupnya. (*)

 

Tulis Komentar

News Feed