oleh

Perempuan Bebas dan Setara

Oleh : Sela Nur Hidayah
Rumah Perempuan dan Anak Bandarlampung

76 Tahun berlalu, Merdeka telah Indonesia dapatkan.
Namun sampai hari ini perempuan indonesia belum mendapat kehormatan sebagai warga negara.
Harapan Manis melalui Rancangan Penghapuskan kekerasan seksual yang kini karam kabarnya.
Menurunkan kepercayaan pada sang pengampu kebijakan.

Perempuan Indonesia masih harus menghadapi banyak ancaman kekerasan, belum lagi hidup dalam stigma dan adat pemuja patriaki.
Cibiran demi cibiran menghujani kepala perempuan indonesia ketika, memikirkan, memilih, menempati, dan melakukan hal-hal yang bersifat kemajuan.

Kata-kata Merdeka bukan sekedar bebas dari peperangan fisik antar negara. Namun Kemerdekaan adalah Bebas dan setara,
yang berarti merdeka dalam cara berpikir, berbicara, hingga bertindak juga perempuan dapatkan.

Baca Juga :  Daerah Jangan Latah dan Omong Kosong

Medeka ketika perempuan Indonesia sudah mengambil keputusan sendiri mampu berjuang membebaskan diri dari kekerasan, keluar rumah sesukamu dan berpatisipasi dalam pembangunan.

Jika pengampu kebijakan tak kunjung mewujudkannya,
tak apa kita kuat berjuang lebih untuk mewujudkannya.

Dengan bersama menumpas ketidaksetaraan
dengan bersama mendobrak budaya patriarki
saling melangkahkan kaki dengan bergadengan tangan.
mari kita bergerak mewujudkan hak-hak perempuan.

Menjadi sukses dan berhasil yang memicu nilai positif
Menjadi diri sendiri tanpa harus mendapat penghakiman dari masyarakat, adat istiadat dan stigma sepanjang hari.

Keberhasilan pembangunan manusia diniliai dari terciptanya ruang dan kesempatan yang setara.
Maka Kini saatnya perempuan merdeka, berdaulat atas dirinya sendiri
menunjukan kemampuan dan jati diri sebagai ibu bangsa yang produktuf, inovatif ,kreatif dalam mewujudkan dunia yang inklusif.

Tulis Komentar

News Feed