oleh

10 Item Anggaran Pemakaman Covid Pringsewu, Nasib Penggali Kubur Remang-remang

Pringsewu- Polemik dikalangan masyarakat Pringsewu bertambah pasalnya banyak pihak yang dirugikan terkait dugaan belum dibayarkannya anggaran Jasa petugas pemakaman untuk pasien Covid-19 oleh dinas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Hal ini tentunya, menjadi pertanyaan besar bagi masyarakat umum , bahwa anggaran biaya jasa petugas pemakaman pasien covid sejak bulan Juni hingga bulan Juli di ketahui sudah di cairkan di dinas keuangan setempat .

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pringsewu, Arif Nogroho saat dihubungi oleh Haluan Lampung ,mengaku untuk anggaran jasa petugas pemakaman sudah di bayarkan hingga bulan Juli yang lalu .
” Kami sudah mencairkan anggaran jasa pemakaman sejak bulan Juli lalu ” jelas Arif kepada haluan Lampung grup Senin (06/09/2021).

Lebih lanjut Arif menjelaskan , “untuk biaya pemakaman yang di cairkan sesuai kebutuhan mereka ,semua di kelola BPBD ,kalau item per item kegiatannya pihaknya tidak mengetahui dan kalau belum dibayarkan ke petugas pemakaman itu bukan kewenangan dinas keuangan ” terangnya

Dari data yang dihimpun Haluan Lampung ,ada sepuluh macam yang di anggarkan melalui nota dinas oleh pihak BPBD kabupaten Pringsewu, untuk anggaran biaya pemakaman pasien covid 19 yaitu .
1. anggaran pengawas pemakaman yang terdiri dari BPBD ,TNI ,polri ,dan Dinkes
2. angaran untuk supir TRC
3. angaran untuk supir ambulan
4. angaran untuk petugas pemakaman
5. petugas pengali makam
6. biaya isolasi mandiri
7. BBM kendaran ambulance
8. BBM kendaran TRC
9. BBM TNI /polri
10 Desinfektan .

Dari sepuluh macam mata anggaran disinyalir belasan juta rupiah di gelontorkan untuk anggaran setiap pemakaman pasien covid 19 di kabupaten Pringsewu jadi anggaran biaya yang meninggal dunia di Kabupaten Pringsewu patut di pertanyakan.

Pasalnya, sejak Januari 2021 hingga 31 Agustus 2021. di Kabupaten setempat. Jumlah paisen meninggal dunia akibat bencana Covid 19 mencapai 420 Jiwa.

Sampai per 31 Juli 2021 Anggaran yang di peruntukan gali kubur belum sepenuhnya terserap.
Sebelumnya Menurut Kuncoro Sancoko, S.Sos Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten setempat menjelaskan, melonjaknya jumlah paisen meninggal dunia di Tahun 2021 diluar dugaan. Sehingga, sampai 31 Agustus pasien meninggal dunia mencapai 420 korban jiwa.

Saat di singgung anggaran tukang gali kubur, Kuncoro Sancoko disinyalir tidak memberikan informasi yang transparan dalam memberikan penjelasan terkait upah yang di realisasikan.

Dalam penjelasannya, Kuncoro Sancoko mengatakan, upah penggalian kuburan sebesar Rp 1 juta.
“Dari jumlah 420 orang paisen, baru 135 penggalian makam yang di realisasikan (di cairkan). Alasannya, anggaran yang tidak memadai. Sisanya, di anggaran perubahan”, kilahnya. ( Her)

Tulis Komentar

News Feed