oleh

Tuba Darurat Pelecehan Anak, Balak Akan Cari Keadilan di Tingkat Nasional

 

SEPERTINYA Barisan Anak Lampung Analitik Keadilan (BALAK) kali ini Tidak Main main terkait Mengambangnya Laporan Kasus Cabul EM di tingkat Polres Tulang Bawang, begitupun keseriusan Penyidikan Pihak POLDA Lampung.

Bahkan BALAK menyindir Gubernur Lampung, dan Laporan Korban Di tingkat Polda Lampung terkait kasus Asusila yang dilakukan oleh EM yang Notabene perangkat desa berstatus Kepala Kampung Mahabang Dente Teladas ini

” Dari awal kami telah mengingatkan jangan main-main dengan persoalan perlindungan anak, Karena mau bagaimana pun anak anak itu adalah remaja penerus kemajuan satu daerah dan bangsa ini” Ketus Idris Abung.

” Kami sudah jengah dengan penanganan kasus EM, enak sekali ya pelaku cabul bisa berkeliaran tanpa ada ketegasan pihak Pemkab Tulang Bawang, dan tidak ada ketegasan pihak Polres Tulang Bawang” ucap Idris Abung membuka pembicaraan.

Baca Juga :  Kejutan di Musda Partai Demokrat Lampung: Sutikno, Ada Apa Dengan Mu?

Sejauh ini pihaknya masih melihat perkembangan keseriusan pihak Polda Lampung yang menangani Laporan Korban EM, jika memang tidak ada tindak lanjut mungkin Balak akan membawa persoalan ini ke Tingkat Mabes Polri.

“menduga jangan jngan EM banyak bekingnya di Lampung masalahnya Kok sulit sekali ya menahan seorang EM.” Kata dia

Melihat urgensinya sejauh ini Balak sudah coba memberikan kritik melalaui media cetak, online begitu juga upaya kami telah menyurati Kementrian PPA tapi tak kunjung ada tindakan Kemungkinan dalam beberapa hari Kedepan Balak akan langsung ke Jakarta yang tujuan nya akan ke kementerian PPA, KOMNAS HAM ANAK, dan MABES POLRI.

Selain itu, Pihaknya juga sangat kecewa kepada gubernur Lampung “Pak Ngah” Arinal Djunaidi dan DPRD provinsi Lampung yang tidak responsif atas kritik kami di media, menurut kami bohong besar lah jika mereka tidak mengetahui hal ini Karna sudah 2 bulan pemberitaan kami heboh di media massa.

Baca Juga :  Rapat Terbatas Tentang Percepatan Vaksinasi

Mengingat salah satu janji Gubernur adalah memberikan perlindungan hukum kepada anak bahkan kami juga mengetahui jika rumah perlindungan anak dan perempuan itu juga di kepalai oleh wakil gubernur Chununia Chalim.

Pihaknya menilai para petinggi Pemerintah Daerah Eksekutive, dari Gubernur hingga Bupati, Para Elit Politik di DPRD dan Aparat penegak hukum sepeetinya tidak serius dalam menangani kasus asusila terutama kasus EM.

“Maka sebagai bentuk kekecewaan kami ini kami bertekad akan melaporkan hal ini ke kementerian PPPA, KOMNAS HAM ANAK, MABES POLRI, KOMISI III DPR RI bila perlu kami akan langsung ke Presiden, berdasarkan alat bukti dan keterangan yang kami dapatkan kasus ini tidak main-main kami pastikan beberapa hari Kedepan kami akan berangkat kejakarta, sekaligus konfrensi Pers menunjukkan alat bukti, dan alat petunjuk di hadapan Media masa.” Tutupnya.

Tulis Komentar

News Feed