oleh

Selang Sehari, Dua Warga Lambar Tewas Gantung Diri

Warga tewas gantung diri

Lampung Barat – Belum genap sepekan dua warga Lampung Barat ditemukan tewas dengan kondisi gantung diri, kemarin (9/9/2021) korban H (21) warga kecamatan Pagar Dewa ditemukan dengan kondisi tergantung di pohon petai.

Kemudian hari ini (10/9) disusul MR (32) warga pemangku Hantatai Pekon Bumi Hantatai Kec.Bandar Negeri Suoh ditemukan tewas gantung diri diatas sumur kamar mandi.

Menanggapi korban bunuh diri di pekon basungan kecamatan pagar dewa, Kapolsek Sekincau, Kompol Sukimato mengatakan, sebelumnya, korban pernah berinteraksi dengan beberapa saksi yang tak lain tetangga korban.

Berdasarkan keterangan, pada hari Rabu (8/9/2021) pukul 15.30 wib korban berada dirumah Soleh yang berada di Pemangku IV Pekon Basungan kec. Pagar Dewa.

Baca Juga :  Enam Atlet PWI Lambar, Siap Berlaga Di Porsiwo Lampung

Kemudian Soleh bersama istri nya pergi kerumah Udin, selanjutnya Soleh pun mengajak korban, namun sang korban menolak dan tetap tinggal di rumah tersebut.

Lanjutnya, sekiranya jam 16.00, Soleh bersama istrinya pulang kerumahnya sesampainya dirumah korban tidak ada/hilang, kemudian Soleh bersama istrinya mencari korban namun tidak juga bertemu.

Setelah itu, pada kamis tgl (9/9) sekira pukul 17.00 wib Soleh pergi ngarit ke kebun yang tidak jauh dari rumah miliknya, sesampainya di kebun Soleh melihat ada korban yang dalam posisi gantung diri di salah satu Pohon Petai.

“Setelah kita ke TKP, posisi mayat mengadah ke atas dengan ikatan tali rapia tiga lapis berwarna Hitam dengan ikatan simpul hidup di leher,” bebernya.

Baca Juga :  Rombongan Mahasiswa Arsitektur ITERA Kunjungi Rumah Adat Pesagi dan Pernong Lampung Barat

“Selanjutnya berdasarkan hasil pemeriksaan medis, kematian korban akibat gantung diri tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kapolsek BNS, Iptu Abu Bakar, menjelaskan mayat korba bunuh diri di wilayah binaannya, dimana pertama kali ditemukan oleh istri korban.

“Setelah itu, kemudian sang istri memberi tahu tetangga, kemudian dilaporkan ke pada aparat kepolisian BNS,” terangnya, Jumat (10/9/2021) sore.

Sisi lain kata Abu Bakar, korban tercatat dua kali pernah melakukan aksi bunuh diri.

“Korban juga pernah melakukan percobaan bunuh diri, yang pertama di lakukan di bulan Juni dengan cara menikam perutnya sendiri dengan menggunakan pisau sehingga di lakukan operasi,” ucapnya.

“Dan yang kedua di bulan Agustus korban meminum cairan Herbisida Gramaxon tetapi masih bisa di selamatkan oleh pihak keluarga,” tambahnya.

Baca Juga :  Riana Sari Arinal Puji Sektor Pariwisata Lambar

Disinggung penyebab bunuh diri, Abu Bakar mengutarakan tidak ingin bicara lebih jauh mengingat pihaknya terus menggali dan menghimpun informasi.

“Berdasarkan keterangan dari keluarga, koban tidak pernah ribut atau ada permasalahan dalam rumah tangga sebelum kejadian ini,” tukasnya.

(Er1/Fai)

Tulis Komentar

News Feed